Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Dari Mimbar Jumat, Fauzan Khalid Ajak Warga Urus Sertifikat Wakaf Masjid

Mei 6, 2026

Fauzan Khalid Kawal Bedah Rumah untuk 150 RTLH di Lombok, Pemain Judol Pasti Dicoret

Mei 6, 2026

Tinjau Gudang Bulog Gumilir, Novita Wijayanti Pastikan Stok Beras Aman

Mei 6, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Tak Hanya Soal Investasi, Legislator: KEK Kura-Kura Bali Jangan Gerus Identitas Lokal
DPR

Tak Hanya Soal Investasi, Legislator: KEK Kura-Kura Bali Jangan Gerus Identitas Lokal

RedaksiBy RedaksiMei 5, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel JD Wattimena, saat Kunjungan kerja reses Komisi VII DPR RI ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Bali/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel JD Wattimena, menilai bahwa perencanaan pengembangan Kura-Kura Bali masih perlu dikaji lebih komprehensif dan tidak hanya bertumpu pada perspektif pengembang. Ia pun mempertanyakan pertimbangan pengembangan kawasan tersebut terhadap Bali sebagai destinasi berbasis budaya.

“Kalau mendengar paparan tadi, memang semuanya sudah melalui studi. Tapi menurut saya, studi itu harus lebih komprehensif. Kita tidak bisa hanya mendengar dari satu sisi, dari sisi pengembang saja. Masyarakat juga harus menjadi bagian yang didengar,” ujarnya saat Kunjungan kerja reses Komisi VII DPR RI ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Bali, pada Senin (4/5/2026).

Samuel menekankan pentingnya pelibatan masyarakat bukan hanya sebagai objek pembangunan, tetapi sebagai subjek yang memiliki suara dalam menentukan arah pengembangan kawasan. Menurutnya, pendekatan yang terlalu berfokus pada investasi berisiko mengabaikan aspek sosial yang justru menjadi kekuatan utama Bali.

Selain itu, ia juga mengingatkan potensi kendala infrastruktur apabila proyek ini berjalan tanpa kesiapan yang matang. Mengacu pada paparan yang diterima, ia menilai ada indikasi potensi bottleneck jika pengembangan dilakukan tanpa perencanaan lintas sektor yang terintegrasi.

“Kalau ini dimulai tanpa kesiapan, akan ada bottleneck. Kita tahu sendiri, di Indonesia sering kali terjadi tumpang tindih pengurusan. Koordinasi antar kementerian masih harus diperkuat dan disinkronkan,” katanya.

Lebih jauh, Samuel menilai manfaat proyek ini bagi masyarakat Bali masih menjadi tanda tanya besar. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat lokal benar-benar mendapatkan manfaat.

“Kalau ditanya apakah ini baik untuk masyarakat Bali, menurut saya ini masih pertanyaan besar,” tegasnya.

Ia juga menyoroti bahwa peningkatan kapasitas masyarakat lokal menjadi hal penting, namun tidak cukup hanya dengan membuka lapangan kerja.

Dalam pandangannya, kekuatan utama Bali bukan semata pada potensi ekonominya, melainkan pada kekayaan budaya dan sistem sosial yang telah mengakar kuat. “Bali itu kekuatannya ada pada local wisdom, pada kebudayaannya. Jangan sampai ini justru dikurangi atau ‘disunat’. Itu yang harus dijaga,” ujarnya.

Samuel mengingatkan bahwa pelibatan masyarakat tidak boleh berhenti pada aspek ekonomi semata, tetapi juga harus menjaga sistem sosial dan budaya yang menjadi identitas Bali. Hal ini dinilai menjadi pembeda utama Bali dibandingkan destinasi wisata lainnya.

Kunjungan ini menegaskan bahwa pengembangan KEK Kura-Kura Bali bukan hanya soal menghadirkan investasi dan infrastruktur, tetapi juga tentang menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian identitas lokal. DPR RI mengingatkan, tanpa keseimbangan tersebut, pembangunan berisiko kehilangan makna bagi masyarakat yang seharusnya menjadi pusat dari setiap kebijakan.

Anggota Komisi VII DPR RI DPR RI Legislator: KEK Kura-Kura Bali Jangan Gerus Identitas Lokal Samuel JD Wattimena
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Dari Mimbar Jumat, Fauzan Khalid Ajak Warga Urus Sertifikat Wakaf Masjid

Mei 6, 2026

Fauzan Khalid Kawal Bedah Rumah untuk 150 RTLH di Lombok, Pemain Judol Pasti Dicoret

Mei 6, 2026

Tinjau Gudang Bulog Gumilir, Novita Wijayanti Pastikan Stok Beras Aman

Mei 6, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Dari Mimbar Jumat, Fauzan Khalid Ajak Warga Urus Sertifikat Wakaf Masjid

DPR Mei 6, 2026

Perlindungan hukum atas aset keagamaan menjadi perhatian dalam kegiatan reses di Pulau Lombok, Nusa Tenggara…

Fauzan Khalid Kawal Bedah Rumah untuk 150 RTLH di Lombok, Pemain Judol Pasti Dicoret

Mei 6, 2026

Tinjau Gudang Bulog Gumilir, Novita Wijayanti Pastikan Stok Beras Aman

Mei 6, 2026

Sejumlah Catatan Komisi VII atas KEK Kura-Kura Bali, dari Isu Lingkungan hingga Rencana IFC

Mei 5, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?