Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kiprah Pemimpin Perempuan Diakui, Wakil Wali Kota Batam Sabet KWP Awards 2026

April 16, 2026

Senator Lia Istifhama Jadikan KWP Award 2026 Penguat Komitmen Kawal Kebijakan Publik

April 16, 2026

Ibas Sang Pimpinan MPR Peduli Kesejahteraan dan Pengembangan Ekonomi Desa

April 16, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Persaingan Tidak Sehat Antar-Kampus Swasta dalam PMB Ganggu Kualitas Pendidikan Tinggi
DPR

Persaingan Tidak Sehat Antar-Kampus Swasta dalam PMB Ganggu Kualitas Pendidikan Tinggi

RedaksiBy RedaksiApril 16, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Anggota Komisi X DPR RI, Furtasan Ali Yusuf di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota Komisi X DPR RI, Furtasan Ali Yusuf, menyoroti dinamika persaingan antarperguruan tinggi swasta (PTS) yang dinilai semakin ketat dan berpotensi mengganggu kualitas pendidikan tinggi. Ia mengingatkan bahwa fenomena tersebut perlu menjadi perhatian dalam perumusan kebijakan sistem penerimaan mahasiswa baru.

Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panja Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Komisi X DPR RI bersama sejumlah asosiasi perguruan tinggi, Furtasan menyampaikan bahwa persoalan pendidikan tinggi tidak hanya berkutat pada relasi antara perguruan tinggi negeri dan swasta, tetapi juga kondisi internal di kalangan PTS itu sendiri.

Ia mengungkapkan, di lapangan terdapat kecenderungan sejumlah PTS menurunkan biaya pendidikan demi menarik minat mahasiswa baru. Strategi tersebut dinilai berisiko menimbulkan persaingan yang tidak sehat dan berdampak pada mutu pendidikan.

“Bukan hanya PTN dan PTS, tapi antar PTS juga terjadi persaingan. Ada kecenderungan menurunkan biaya untuk menarik mahasiswa, padahal kalau itu dilakukan terus-menerus justru bisa memperburuk kondisi,” ujar Furtasan di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (14/4/2026).

Menurutnya, pendekatan tersebut tidak bisa menjadi solusi jangka panjang, terutama bagi PTS dengan kapasitas terbatas. Ia menilai diperlukan kebijakan yang mampu menjaga keseimbangan antara akses pendidikan dan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Selain menyoroti persaingan antar PTS, Furtasan juga menyinggung mekanisme jalur seleksi dalam SPMB, khususnya jalur prestasi. Ia menilai jalur tersebut masih menyisakan potensi bias yang perlu dievaluasi lebih lanjut.

Furtasan mengungkapkan adanya indikasi praktik manipulasi nilai sejak di tingkat sekolah, yang bertujuan untuk mempermudah akses melalui jalur undangan ke perguruan tinggi. Hal ini dinilai dapat mengurangi objektivitas dalam proses seleksi.

“Kalau kita ingin melihat kemampuan yang sesungguhnya, jalur tes lebih mencerminkan kondisi riil. Sementara jalur prestasi di lapangan ada potensi bias, bahkan sejak di sekolah,” jelasnya.

Legislator Fraksi Partai NasDem itu juga menambahkan bahwa Panja SPMB Komisi X DPR RI saat ini tengah menghimpun berbagai masukan dari pemangku kepentingan guna menyempurnakan sistem seleksi mahasiswa baru. Berbagai temuan di lapangan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan ke depan.

Furtasan menegaskan bahwa DPR akan terus mengawal proses evaluasi tersebut agar sistem penerimaan mahasiswa baru dapat berjalan lebih adil, transparan, dan berkualitas. Ia berharap kebijakan yang dihasilkan tidak hanya menyelesaikan persoalan teknis, tetapi juga memperkuat ekosistem pendidikan tinggi secara menyeluruh.

“Kita ingin sistem ini sehat, baik dalam persaingan antar perguruan tinggi maupun dalam proses seleksinya,” pungkasnya.

Anggota Komisi X DPR RI DPR RI Furtasan Ali Yusuf Persaingan Tidak Sehat Antar-Kampus Swasta dalam PMB Ganggu Kualitas Pendidikan Tinggi
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Kiprah Pemimpin Perempuan Diakui, Wakil Wali Kota Batam Sabet KWP Awards 2026

April 16, 2026

Senator Lia Istifhama Jadikan KWP Award 2026 Penguat Komitmen Kawal Kebijakan Publik

April 16, 2026

Ibas Sang Pimpinan MPR Peduli Kesejahteraan dan Pengembangan Ekonomi Desa

April 16, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Kiprah Pemimpin Perempuan Diakui, Wakil Wali Kota Batam Sabet KWP Awards 2026

DPR April 16, 2026

Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, meraih penghargaan dalam ajang KWP Awards 2026 pada…

Senator Lia Istifhama Jadikan KWP Award 2026 Penguat Komitmen Kawal Kebijakan Publik

April 16, 2026

Ibas Sang Pimpinan MPR Peduli Kesejahteraan dan Pengembangan Ekonomi Desa

April 16, 2026

Raih KWP Award 2026, Demokrat Komitmen Jaga Kesejahteraan Rakyat

April 16, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?