Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kiprah Pemimpin Perempuan Diakui, Wakil Wali Kota Batam Sabet KWP Awards 2026

April 16, 2026

Senator Lia Istifhama Jadikan KWP Award 2026 Penguat Komitmen Kawal Kebijakan Publik

April 16, 2026

Ibas Sang Pimpinan MPR Peduli Kesejahteraan dan Pengembangan Ekonomi Desa

April 16, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Komisi XIII Soroti Lemahnya Pengawasan Keimigrasian di Perbatasan Kalimantan Barat
DPR

Komisi XIII Soroti Lemahnya Pengawasan Keimigrasian di Perbatasan Kalimantan Barat

RedaksiBy RedaksiApril 13, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Dewi Asmara, dalam pertemuan tim kunjungan kerja spesifik dengan Kakanwil Ditjen Imigrasi Kemenimpas beserta jajaran, Pontianak, Kalimantan Barat/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Dewi Asmara menyoroti berbagai kendala dalam pengawasan keimigrasian di wilayah perbatasan. Hal ini termasuk kondisi pos lintas batas serta aktivitas pengawasan di kawasan perbatasan Indonesia.

Menurut Dewi, panjangnya garis perbatasan yang mencapai hampir 900 kilometer menjadi tantangan utama. Kondisi ini diperparah dengan keterbatasan jumlah pos pengawasan, bahkan di sejumlah titik perbatasan tidak terdapat pos dari negara tetangga.

Demikian disampaikan Dewi Asmara kepada Parlementaria usai pertemuan tim kunjungan kerja spesifik dengan Kakanwil Ditjen Imigrasi Kemenimpas beserta jajaran, Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (9/4/2026).



“Bentangan wilayah yang sangat luas dengan jumlah pos terbatas menjadi tantangan tersendiri. Bahkan ada titik-titik yang tidak memiliki pos pengawasan dari pihak tetangga,” ujar Politisi Fraksi Partai Golkar ini.


Selain keterbatasan pos, faktor geografis dan jauhnya jarak tempuh menuju wilayah perbatasan turut menghambat operasional pengawasan. Akses transportasi yang sulit dinilai berdampak langsung pada efektivitas petugas di lapangan.



Ia juga menyoroti berbagai potensi kerawanan di kawasan perbatasan, mulai dari pekerja migran non-prosedural, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), hingga peredaran narkotika. Ia mengungkapkan, masih banyak jalur tidak resmi atau “jalur tikus” yang berpotensi menjadi celah pelanggaran hukum.


“Banyak jalur tidak resmi yang bisa menjadi ancaman jika pengawasan tidak dilakukan secara optimal.” katanya.


Lebih lanjut, Dewi menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta penyediaan sarana dan prasarana bagi petugas di wilayah perbatasan. Ia menilai, perhatian khusus perlu diberikan kepada petugas yang bertugas di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal. Butuh waktu tempuh hingga 14 jam perjalanan darat, namun masih menghadapi keterbatasan SDM dan fasilitas pendukung.



“Dari total 14 pos lintas batas yang ada, semuanya perlu mendapat perhatian serius, tidak hanya di Kalimantan Barat tetapi juga di seluruh wilayah perbatasan Indonesia,” tegasnya.



Terkait isu tumpang tindih kewenangan antar instansi, Dewi menilai hal tersebut bukan menjadi persoalan utama. Ia menegaskan, yang dibutuhkan adalah peningkatan koordinasi lintas sektor agar tidak terjadi ego sektoral.



“Bukan tumpang tindih, tetapi koordinasi yang perlu ditingkatkan. Masing-masing instansi sudah memiliki tugas pokok dan fungsi yang jelas,” jelasnya.
 

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, termasuk dalam pemenuhan infrastruktur seperti jaringan internet yang masih terbatas di sejumlah wilayah perbatasan.



Dewi berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap kawasan perbatasan sebagai bentuk kehadiran negara bagi masyarakat. “Jangan sampai masyarakat di perbatasan merasa terpinggirkan. Mereka juga bagian penting dari negara yang harus mendapat perhatian yang sama,” pungkasnya.

Dewi Asmara DPR RI Komisi XIII Soroti Lemahnya Pengawasan Keimigrasian di Perbatasan Kalimantan Barat Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Kiprah Pemimpin Perempuan Diakui, Wakil Wali Kota Batam Sabet KWP Awards 2026

April 16, 2026

Senator Lia Istifhama Jadikan KWP Award 2026 Penguat Komitmen Kawal Kebijakan Publik

April 16, 2026

Ibas Sang Pimpinan MPR Peduli Kesejahteraan dan Pengembangan Ekonomi Desa

April 16, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Kiprah Pemimpin Perempuan Diakui, Wakil Wali Kota Batam Sabet KWP Awards 2026

DPR April 16, 2026

Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, meraih penghargaan dalam ajang KWP Awards 2026 pada…

Senator Lia Istifhama Jadikan KWP Award 2026 Penguat Komitmen Kawal Kebijakan Publik

April 16, 2026

Ibas Sang Pimpinan MPR Peduli Kesejahteraan dan Pengembangan Ekonomi Desa

April 16, 2026

Raih KWP Award 2026, Demokrat Komitmen Jaga Kesejahteraan Rakyat

April 16, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?