Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

BAM DPR RI Inisiatif Selesaikan Persoalan Resettlement Warga Eks Blang Lancang-Rancang Lhokseumawe

Juni 9, 2026

Mulyadi Pertanyakan Dasar Pemetaan LSD dan LP2B dalam Pembahasan RUU Komoditas Strategis

Juni 9, 2026

Komisi IV Apresiasi Komitmen PT MSM Reklamasi Area Pascatambang

Juni 8, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Komisi II DPR: Sekolah Kedinasan Butuh Dukungan Negara
DPR

Komisi II DPR: Sekolah Kedinasan Butuh Dukungan Negara

RedaksiBy RedaksiMaret 13, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf Macan Effendi, dalam agenda Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI ke Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Sumedang, Jawa Barat/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Sekolah kedinasan dinilai membutuhkan dukungan kuat dari negara karena tidak memiliki sumber pendanaan mandiri seperti perguruan tinggi negeri pada umumnya. Sebab, berbeda dengan perguruan tinggi yang berstatus Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) yang dapat menarik iuran pendidikan dari mahasiswa, sekolah kedinasan sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi saat dijumpai oleh koranmerdeka.co usai memimpin agenda Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI ke Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Sumedang, Jawa Barat, Rabu (12/3/2026). Hadir pula dalam forum tersebut di antaranya rektor dan pengurus IPDN, Wakil Menteri Dalam Negeri dan jajaran serta sejumlah alumni sekolah kedinasan.

Lalu, dalam kesempatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala BKN serta Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (BPSDM ATR/BPN). Lebih lanjut, ia menjelaskan, kondisi tersebut membuat pengembangan lembaga pendidikan kedinasan, termasuk IPDN sangat bergantung pada dukungan negara.

“Karena dia (sekolah kedinasan) bukan PTNBH. Artinya, bisa menarik uang dari siswa. Jadi sangat menggantung kepada pemerintah. Nah, yang lain sudah berkembang karena adanya tarikan dari mahasiswa, ini belum. Itu sebabnya memang harus di-support oleh negara,” jelas Dede.

Selain persoalan sumber pendanaan, ia juga menyoroti tantangan lain yang dihadapi sekolah kedinasan, yakni besarnya jumlah mahasiswa sementara dukungan anggaran dan fasilitas masih terbatas. Kondisi ini, menurutnya, perlu memperoleh perhatian lantaran seluruh biaya pendidikan para praja ditanggung oleh negara.

“Masalahnya jumlah mahasiswanya sudah mencapai angka yang besar sekali. Nah, ini kan tidak dibayar oleh siswa, ini dibayar oleh negara,” ujar politisi Fraksi partai Demokrat itu.

Ia juga menambahkan bahwa hampir setiap kementerian atau lembaga memiliki sekolah kedinasan sebagai bagian dari upaya mencetak sumber daya manusia di sektor masing-masing. Salah satunya, Kementerian Dalam Negeri memiliki IPDN. Di mana, instansi pendidikan ini berperan penting dalam menyiapkan pamong praja yang nantinya akan mengisi berbagai posisi dalam birokrasi pemerintahan daerah.

Walaupun begitu, ungkapnya, pengembangan fasilitas di IPDN masih perlu diperkuat agar mampu mendukung proses pendidikan secara optimal. Sebab, berdasarkan sejumlah kunjungan yang telah dilakukan sebelumnya, Komisi II DPR RI memandang masih ada isu kesenjangan antara fasilitas yang tersedia dengan target pengembangan sumber daya manusia yang diharapkan.

“Nah, kenapa kurang? Karena kami sudah beberapa kali datang ke sini berkunjung dan ternyata memang kita melihat fasilitas yang diberikan itu tidak sesuai dengan target utamanya,” ungkap Dede.

Oleh karena itu, tegasnya, Komisi II DPR RI mendorong adanya dukungan yang lebih kuat terhadap pengembangan IPDN, baik dari sisi anggaran, kurikulum, maupun penempatan sumber daya manusia yang tepat. Baginya, upaya tersebut dinilai penting untuk memastikan lembaga pendidikan kedinasan mampu mencetak aparatur pemerintahan yang berkualitas dan siap memperkuat birokrasi negara.

“Nah, inilah yang kita coba push salah satunya dari anggaran, kemudian juga konsep kurikulum, terus kemudian juga menempatkan sumber daya manusia yang pas, agar ke depannya ini bisa tadi berskala internasional,” imbuhnya.

Sebagai informasi, IPDN saat ini telah memperoleh akreditasi perguruan tinggi dengan predikat unggul untuk periode 2025–2030. Sebanyak enam dari sebelas program studi pendidikan sarjana terapan di IPDN telah memperoleh akreditasi unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Adapun jumlah praja eksisting IPDN pada tahun 2026 tercatat sebanyak 3.535 orang. Para praja tersebut tersebar di delapan kampus IPDN yang berada di Jatinangor, Jakarta, Sulawesi Utara, Sumatra Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Papua. Kini, IPDN juga telah menjalin kerja sama pendidikan dengan sejumlah perguruan tinggi dan lembaga di luar negeri.

Dede Yusuf Macan Effendi DPR RI Komisi II DPR: Sekolah Kedinasan Butuh Dukungan Negara Wakil Ketua Komisi II DPR RI
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

BAM DPR RI Inisiatif Selesaikan Persoalan Resettlement Warga Eks Blang Lancang-Rancang Lhokseumawe

Juni 9, 2026

Mulyadi Pertanyakan Dasar Pemetaan LSD dan LP2B dalam Pembahasan RUU Komoditas Strategis

Juni 9, 2026

Komisi IV Apresiasi Komitmen PT MSM Reklamasi Area Pascatambang

Juni 8, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

BAM DPR RI Inisiatif Selesaikan Persoalan Resettlement Warga Eks Blang Lancang-Rancang Lhokseumawe

DPR Juni 9, 2026

Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI Ahmad Heryawan menegaskan bahwa persoalan pemukiman kembali (resettlement)…

Mulyadi Pertanyakan Dasar Pemetaan LSD dan LP2B dalam Pembahasan RUU Komoditas Strategis

Juni 9, 2026

Komisi IV Apresiasi Komitmen PT MSM Reklamasi Area Pascatambang

Juni 8, 2026

Panja RUU Kehutanan Dorong Pelaku Tambang Terapkan Standar Pemulihan Lingkungan Ketat

Juni 8, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?