Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Transformasi Digital TASPEN Sukses Cairkan 97 Persen Penerima THR dalam Waktu Singkat

Maret 6, 2026

Dukung Kongres II IKAPBN, BK DPR: Perkuat Analis APBN yang Profesional dan Independen

Maret 5, 2026

Ada 814 Lubang Tambang Terbuka di Kalsel, Mercy Barends: Tindak Tegas Pelanggarannya

Maret 5, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Hilirisasi Industri Karet Masih Jauh dari Optimal, Kesejahteraan Petani Harus Jadi Prioritas
DPR

Hilirisasi Industri Karet Masih Jauh dari Optimal, Kesejahteraan Petani Harus Jadi Prioritas

RedaksiBy RedaksiJanuari 25, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, saat melakukan Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) bersama Kementerian Perindustrian di PT Bridgestone Sumatera Rubber Estate (BSRE), Simalungun, Provinsi Sumatera Utara/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menilai keberhasilan hilirisasi industri di Indonesia, khususnya sektor karet, masih jauh dari kata optimal. Hal itu disampaikannya usai Komisi VII DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) bersama Kementerian Perindustrian dan Bridgestone Group di PT Bridgestone Sumatera Rubber Estate (BSRE), Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Jumat (23/01/2026).

Menurut Novita, capaian hilirisasi tidak bisa hanya diukur dari peningkatan ekspor maupun volume produksi semata. Ia menyoroti fakta bahwa sekitar 85 persen ekspor Indonesia masih didominasi barang setengah jadi, sehingga nilai tambah bagi negara dan kesejahteraan petani belum maksimal.

“Ini harus menjadi catatan kritis bagi Kementerian Perindustrian, bagaimana menambah nilai tambah bagi Indonesia, terutama bagi petani dan masyarakat sekitar industri,” ujarnya kepada koranmerdeka.co.

Selain itu, Legislator Dapil Jawa Timur VII ini juga menekankan pentingnya pemberdayaan lingkungan dan pengelolaan keanekaragaman hayati di sekitar kawasan industri. Ia mengungkapkan, dalam diskusi tersebut terungkap bahwa PT Bridgestone mengalami penurunan produksi akibat faktor cuaca dan geopolitik global.

Kondisi ini, kata dia, tidak hanya berdampak pada perusahaan, tetapi juga berpengaruh pada penerimaan negara dan nilai tambah ekonomi domestik. Lebih lanjut, Novita menyampaikan bahwa Kunspek Komisi VII DPR RI bertujuan menyerap aspirasi dan memetakan persoalan yang perlu segera didorong untuk meningkatkan nilai tambah industri karet nasional.

Ia menegaskan pentingnya insentif bagi industri yang telah bertransformasi ke industri hijau, termasuk memastikan bahwa insentif tersebut terintegrasi dengan pemberdayaan petani dan peningkatan serapan tenaga kerja lokal. “Saya mengapresiasi PT Bridgestone dan komunitas pengusaha karet yang sudah bertransformasi ke industri hijau. Tapi yang tak kalah penting, insentif itu harus berdampak langsung pada petani, masyarakat sekitar, peningkatan kreativitas, serta daya saing nasional,” tegasnya.

Novita juga mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus mengejar target ekspor, tetapi terlebih dahulu memperkuat pasar domestik. Menurutnya, ekspor bahan mentah dan setengah jadi tanpa nilai tambah justru berpotensi menjadi kebocoran ekonomi bagi Indonesia.

“Kita harus bisa menjadi raja di negeri sendiri. Dampak kebijakan industri harus nyata dirasakan masyarakat dan petani,” pungkas Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

Anggota Komisi VII DPR RI DPR RI Hilirisasi Industri Karet Masih Jauh dari Optimal Novita Hardini
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Dukung Kongres II IKAPBN, BK DPR: Perkuat Analis APBN yang Profesional dan Independen

Maret 5, 2026

Ada 814 Lubang Tambang Terbuka di Kalsel, Mercy Barends: Tindak Tegas Pelanggarannya

Maret 5, 2026

Anak Penjual Nasi Goreng Dikeroyok 30 Orang, Abduh Pertanyakan Penegakan Hukum Kasus Arnendo

Maret 5, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Transformasi Digital TASPEN Sukses Cairkan 97 Persen Penerima THR dalam Waktu Singkat

Nasional Maret 6, 2026

PT TASPEN (Persero) mencatat rekor baru dalam pelayanan kepada pensiunan. Pada 2026, pembayaran Tunjangan Hari…

Dukung Kongres II IKAPBN, BK DPR: Perkuat Analis APBN yang Profesional dan Independen

Maret 5, 2026

Ada 814 Lubang Tambang Terbuka di Kalsel, Mercy Barends: Tindak Tegas Pelanggarannya

Maret 5, 2026

Anak Penjual Nasi Goreng Dikeroyok 30 Orang, Abduh Pertanyakan Penegakan Hukum Kasus Arnendo

Maret 5, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?