Anggota Komisi VI DPR RI, Sadarestuwati, menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur energi dan mitigasi bencana dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem dan momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Hal itu disampaikan dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi VI DPR ke Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (11/12/2025).
Sadarestuwati mengingatkan Pertamina dan PLN agar meningkatkan kewaspadaan atas peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait kemungkinan berlanjutnya fenomena La Niña hingga tahun depan, yang berpotensi menimbulkan curah hujan ekstrem. Ia juga menyoroti adanya prediksi potensi gempa akibat pergeseran lempeng bumi yang harus diantisipasi secara serius.
“La Niña dimungkinkan masih sampai tahun depan. Juga ada kemungkinan terjadinya gempa karena pergeseran lempeng bumi. Maka dari itu saya minta Pertamina maupun PLN untuk mempersiapkan diri. Jangan sampai kita gagap ketika terjadi bencana seperti kemarin,” tegas Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.
Sadarestuwati menambahkan bahwa kesiapsiagaan tidak hanya dibutuhkan oleh BUMN sektor energi, tetapi juga pihak lain seperti Hutama Karya yang mengelola jaringan jalan tol. Menurutnya, kejadian cuaca ekstrem yang mengakibatkan kerusakan dan gangguan layanan harus dijadikan pelajaran untuk memperkuat sistem respons cepat.
Terkait persiapan Nataru, Sadarestuwati menyoroti masalah klasik berupa kekosongan bahan bakar diesel di SPBU, terutama di jalur tol. Ia menilai jarak antar rest area yang cukup jauh dapat menimbulkan kekhawatiran bagi pengguna jalan, apalagi saat mobil membutuhkan pengisian bahan bakar mendesak.
“Jangan sampai SPBU kosong, terutama bahan bakar diesel. Ini sering terjadi. Jarak antar rest area yang jauh bikin deg-degan, karena saya sendiri pengguna jalan tol,” ujarnya.
Ia mengapresiasi langkah Pertamina pada musim liburan tahun sebelumnya yang menambah posko layanan, namun meminta agar peningkatan fasilitas tersebut kembali dilakukan dan ditingkatkan untuk tahun ini.
Sadarestuwati turut menyoroti keluhan mati listrik di sejumlah daerah yang terjadi setiap kali hujan turun. Ia mencontohkan daerah di wilayahnya sendiri yang selalu mengalami pemadaman saat curah hujan tinggi.
“Setiap hujan pasti PLN mati. Ini harus dipersiapkan lebih baik lagi, apalagi saat Nataru ketika masyarakat sedang beribadah atau berkumpul,” katanya.
Selain sektor energi, Sadarestuwati mengingatkan pentingnya rekayasa lalu lintas oleh Hutama Karya untuk mengantisipasi kemacetan luar biasa yang kerap tidak terduga, terutama pada periode libur panjang.


