Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MIND ID Catat Pendapatan Rp139 Triliun Berkat Hilirisasi

April 24, 2026

Batam Torehkan Prestasi Investasi Triwulan I 2026 Tembus Rp17,4 Triliun

April 23, 2026

GKR Hemas Dinobatkan Jadi Senator Perempuan Penggerak Harmoni dan Budaya

April 23, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Marinus Gea Soroti Perbaikan Pembinaan dan Fasilitas Lapas Kelas IIB Pariaman
DPR

Marinus Gea Soroti Perbaikan Pembinaan dan Fasilitas Lapas Kelas IIB Pariaman

RedaksiBy RedaksiNovember 30, 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Anggota Komisi XIII DPR RI Marinus Gea saat melakukan kunjungan Kerja Komisi XIII DPR RI ke Lapas kelas IIB Pariaman, Sumbar/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota Komisi XIII DPR RI Marinus Gea menyoroti sejumlah persoalan menahun yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) mulai dari overkapasitas hingga efektivitas pembinaan, yang perlu ditangani secara lebih serius dan terkoordinasi. Hal ini, menurutnya, perlu menjadi perhatian serius karena menjadi permasalahan klasik yang tidak kunjung terselesaikan. 

Khusus terkait overkapasitas, ia menilai bahwa isu tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab lapas, tetapi juga terkait koordinasi antaraparat penegak hukum, mulai dari proses penindakan hingga tahap pembinaan.

Hal itu diungkap Marinus saat pertemuan Komisi XIII dengan Ditjen Pemasyarakatan Kementerian Imipas, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Sumbar, dan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Pariaman beserta jajaran dalam kunjungan Kerja Komisi XIII DPR RI ke Lapas kelas IIB Pariaman, Sumbar, Sabtu (29/11/2025).

“Pertanyaannya kenapa persoalannya selalu itu-itu saja, tetapi kita tidak bisa menyelesaikannya. Ini perlu menjadi perhatian serius karena isu overkapasitas khususnya menjadi permasalahan klasik yang tidak kunjung terselesaikan,” ungkap Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

Di sisi lain, ia turut menyoroti kasus narkoba di berbagai lapas merupakan tantangan besar yang membutuhkan pendekatan holistik. Mengingat sekitar 80 persen warga binaan di Indonesia merupakan napi dengan kasus narkoba. 

“Apakah persoalan narkoba bisa selesai ketika mereka sudah dipenjara dan dibina di lapas? Saya tidak yakin, karena laporan penbinaan yang disampaikan pihak lapas seringkali belum sepenihnya sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,” jelas Marinus. 

Dalam peninjauan fasilitas di lapas kelas IIB Pariaman, Marinus mengapresiasi sejumlah kondisi di Lapas, meski tetap mencatat beberapa ketidaksesuaian data dan keterbatasan fasilitas pembinaan. Ia menyoroti perbedaan  kualitas sarana pembelajaran jika dibandingkan lapas lain, seperti Lapas Payakumbuh yang memiliki ruang belajar menyerupai sekolah. 

“Sementara tadi kita tinjau kegiatan belajar di lapas Pariaman masih dilakukan di masjid, hal ini menurut saya kurang optimal. Dengan fasilitas pembelajaran yang memadai akan meningkatkan kualitas pembinaan,” jelasnya. 

Perhatian khusus turut ia berikan pada kondisi ruang Lansia yang dihuni oleh 19 warga binaan berusia lanjut, termasuk seorang yang telah berusia 88 tahun. Marinus mempertanyakan kesiapan fasilitas kesehatan bagi kelompok rentan tersebut. Ia menegaskan bahwa penanganan kesehatan lansia harus menjadi prioritas, mengingat kondisi fisik dan psikologis mereka yang jauh lebih sensitif. 

“Bagaimana menanganinya? Apa upaya tambahan yang disiapkan? Tentu penting adanya mekanisme penanganan medis yang responsif ketika warga binaan mengalami kondisi darurat,” pungkasnya.

Melalui kunjungan ini, Komisi XIII DPR RI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal perbaikan sarana, pembinaan, dan tata kelola pemasyarakatan. Marinus menutup dengan menegaskan bahwa meskipun berbagai persoalan tersebut tidak pernah benar-benar selesai, hal itu tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti melakukan perbaikan. “Ini memang perlu kerja keras. Tetapi bukan berarti kita membiarkannya,” imbuh Marinus. 

Anggota Komisi XIII DPR RI DPR RI Marinus Gea Marinus Gea Soroti Perbaikan Pembinaan dan Fasilitas Lapas Kelas IIB Pariaman
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

GKR Hemas Dinobatkan Jadi Senator Perempuan Penggerak Harmoni dan Budaya

April 23, 2026

Harga Minyak Goreng dan BBM Kian Meroket, Pemerintah Harus Kendalikan dan Mitigasi!

April 22, 2026

PTN dan PTS Harus Bersaing Sehat, Fokus pada Peningkatan Mutu

April 22, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

MIND ID Catat Pendapatan Rp139 Triliun Berkat Hilirisasi

Nasional April 24, 2026

Capaian kinerja Holding Industri Pertambangan pelat merah, MIND ID dinilai cukup solid, ditopang oleh integrasi…

Batam Torehkan Prestasi Investasi Triwulan I 2026 Tembus Rp17,4 Triliun

April 23, 2026

GKR Hemas Dinobatkan Jadi Senator Perempuan Penggerak Harmoni dan Budaya

April 23, 2026

Harga Minyak Goreng dan BBM Kian Meroket, Pemerintah Harus Kendalikan dan Mitigasi!

April 22, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?