Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Gamal: Perbaiki Kualitas Tenaga Kerja dan Program Pemagangan di Bali

April 17, 2026

Pemagangan Harus Fokus pada Peningkatan Kompetensi, Bukan Eksploitasi

April 17, 2026

Pembentukan Holding BUMN Logistik Harus Mitigasi Gejolak Internal Perubahan Struktur Perusahaan

April 17, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Impor Baja Indonesia Capai 14 Juta Ton, Desak Kemandirian Industri Baja demi Harga Terjangkau
DPR

Impor Baja Indonesia Capai 14 Juta Ton, Desak Kemandirian Industri Baja demi Harga Terjangkau

RedaksiBy RedaksiNovember 26, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Anggota Komisi VI DPR RI Nurwayah saat mengikuti dengan Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia, Ikatan Ahli Geologi Indonesia, Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia, Ikatan Alumnteknik Geologi ITB/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota Komisi VI DPR RI Nurwayah mengingatkan ketidakmampuan Indonesia mengolah sekaligus memanfaatkan sumber daya alamnya secara optimal pada berpotensi membebani negara. Salah satu isu yang ia soroti ialah kesenjangan antara kekayaan sumber daya yang dimiliki Indonesia dan ketidakmandirian industri baja nasional.

Berdasarkan laporan yang ia terima, Indonesia memiliki 2,9 miliar ton cadangan bijih besi, 444 juta ton cadangan batu bara, serta 455 juta ton cadangan dolomit, yang mana angka yang seharusnya cukup untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri. Akan tetapi, Indonesia masih mengimpor 14 juta ton bahan baku baja pada tahun 2024.

“Publik perlu tahu, setiap kali kita mengimpor, biaya itu akhirnya dibebankan kepada masyarakat. Harga rumah naik, biaya infrastruktur lebih mahal, sampai UMKM pun terdampak,” ungkap Nurwayah dalam Rapat Dengar Pendapat Umum Komisi VI DPR RI dengan Perhimpunan Ahli  Pertambangan Indonesia, Ikatan Ahli Geologi Indonesia, Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia, Ikatan Alumnteknik Geologi ITB di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Selasa (26/11/2025).

Tentu, terangnya, dampaknya tidak hanya dirasakan pelaku industri besar. Isu ini juga akan berdampak terhadap kebutuhan masyarakat sehari-hari, mulai dari harga rumah menjadi lebih mahal, biaya pembangunan infrastruktur meningkat, harga kendaraan dan peralatan berbasis logam naik, dan UMKM yang membutuhkan bahan baku berbasis baja kehilangan daya saing.

Nurwayah juga menilai, selama hilirisasi tidak diperkuat, publik akan terus berada pada posisi yang paling merasakan efek buruknya. Ia turut membandingkan kondisi Indonesia dengan negara seperti Jepang dan Amerika Serikat yang tidak memiliki kekayaan alam sebesar Indonesia, namun berhasil membangun industri baja dan manufaktur yang kuat.

Menurutnya, keberhasilan negara tersebut bertumpu pada penguasaan teknologi, integrasi industri, dan konsistensi kebijakan, bukan pada sumber daya alam melimpah. Oleh karena itu, dirinya mendorong pemerintah mengambil langkah konkret untuk memastikan hilirisasi berjalan dan publik memperoleh manfaat langsung dari kekayaan mineral.

Sebab, paparnya, upaya eksplorasi agresif antara BUMN dan swasta bernilai krusial agar pasokan bahan baku terjamin, pembangunan pabrik pengolahan dengan teknologi tepat guna, serta penerapan regulasi terkait penggunaan bahan lokal tanpa menghambat akses industri terhadap tambang dan investasi. Tidak henti, ia menekankan kebijakan tidak boleh berhenti pada konsep, tetapi harus memberi dampak nyata dalam bentuk harga yang lebih stabil, penciptaan lapangan kerja, dan kemandirian industri yang memperkuat ekonomi domestik.

“Jika negara lain bisa maju tanpa sumber daya alam melimpah, mengapa Indonesia yang kaya justru masih bergantung?” pungkas Politisi Fraksi Partai Demokrat itu.

Anggota Komisi VI DPR RI DPR RI Impor Baja Indonesia Capai 14 Juta Ton Nurwayah
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Gamal: Perbaiki Kualitas Tenaga Kerja dan Program Pemagangan di Bali

April 17, 2026

Pemagangan Harus Fokus pada Peningkatan Kompetensi, Bukan Eksploitasi

April 17, 2026

Pembentukan Holding BUMN Logistik Harus Mitigasi Gejolak Internal Perubahan Struktur Perusahaan

April 17, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Gamal: Perbaiki Kualitas Tenaga Kerja dan Program Pemagangan di Bali

DPR April 17, 2026

Provinsi Bali mendapat sorotan serius lantaran didominasi oleh tenaga kerja berpendidikan rendah yang menjadi tantangan…

Pemagangan Harus Fokus pada Peningkatan Kompetensi, Bukan Eksploitasi

April 17, 2026

Pembentukan Holding BUMN Logistik Harus Mitigasi Gejolak Internal Perubahan Struktur Perusahaan

April 17, 2026

Komisi X: Pemda Berperan Strategis Pastikan Keberhasilan Implementasi TKA di Daerah

April 17, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?