Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pemerintah Perlu Antisipasi Dampak Geopolitik terhadap Harga BBM

Maret 10, 2026

Dukung Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 Demi Lindungi Anak di Ruang Digital

Maret 9, 2026

Baleg Matangkan RUU Satu Data Indonesia, Serap Masukan Daerah di Padang

Maret 9, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Rumah Sakit Tua di Ambon dan Perjuangan Panjang Komisi IX dalam Pemerataan Kesehatan
DPR

Rumah Sakit Tua di Ambon dan Perjuangan Panjang Komisi IX dalam Pemerataan Kesehatan

RedaksiBy RedaksiNovember 3, 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wahfiroh, saat memimpin pertemuan rapat dengan Gubernur Maluku, BPJS Kesehatan, Kementerian Kesehatan dan stakeholder di Kantor Gubernur Maluku, Kota Ambon, Maluku/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Pagi itu, langit Kota Ambon tampak cerah meski angin laut terasa menusuk lembut di tepi pelabuhan. Dari kejauhan, suara mesin perahu nelayan bersahut-sahutan dengan riuhnya aktivitas di pinggiran kota. Di tengah hiruk-pikuk itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wahfiroh, melangkah mantap menuju Rumah Sakit Dr. M. Haulussy, salah satu rumah sakit tertua di Maluku yang menjadi saksi sejarah panjang pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan ini.

Kunjungan Nihayatul — atau akrab disapa Ninik — bukan sekadar agenda rutin reses parlemen. Ia datang untuk menyentuh denyut nyata persoalan kesehatan di Maluku, provinsi yang dikenal indah namun masih bergulat dengan tantangan geografis dan keterbatasan sumber daya. 

“Yang pertama tentu soal anggaran. Dan yang kedua, geografis Maluku yang berpulau-pulau membuat pemerataan layanan menjadi sangat sulit,” ujarnya kepada koranmerdeka.co, di Ambon, Sabtu (1/11/2025).

Menurut Ninik, perjalanan antar pulau di Maluku seringkali tak semudah membalik peta. “Bahkan di Pulau Buru yang masih satu pulau pun, karena tak ada jalan tembus, warga harus naik speedboat hanya untuk mencapai ujung lainnya,” tuturnya. Cerita itu menggambarkan betapa kompleksnya tantangan yang dihadapi tenaga kesehatan dan pasien di provinsi kepulauan tersebut.

Di Rumah Sakit Dr. M. Haulussy, Ninik menemukan realitas yang memprihatinkan. Bangunan rumah sakit yang berdiri sejak tahun 1940 kini tampak renta dimakan waktu. Cat dinding memudar, atap bocor di beberapa bagian, dan ruang rawat yang sempit terasa jauh dari kesan rumah sakit tipe B yang seharusnya memiliki fasilitas lengkap. “Nilai kapitasinya hanya sekitar Rp1,5 miliar per bulan. Padahal, untuk tipe B biasanya bisa mencapai 5 sampai 7 miliar,” ungkapnya.

Rendahnya nilai kapitasi, lanjutnya, disebabkan salah satunya oleh minimnya minat masyarakat untuk berobat di fasilitas yang infrastrukturnya sudah tua dan kurang representatif. Namun, yang lebih disayangkan, pemerintah pusat saat ini tak lagi menyediakan anggaran khusus untuk peremajaan rumah sakit. “Kita tidak ada anggaran untuk permajaan rumah sakit, kecuali untuk pembangunan baru dari tipe D ke tipe C,” jelasnya dengan nada prihatin.

Karena itu, Ninik mendorong kolaborasi berbagai pihak — pemerintah daerah, Kementerian Kesehatan, dan BPJS Kesehatan — untuk memastikan rumah sakit ini mendapat pendampingan intensif. Ia juga menekankan pentingnya peran gubernur dalam menetapkan wilayah tertentu sebagai daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) agar bisa mendapatkan insentif dan kapitasi BPJS yang lebih besar. “Kalau daerah sudah ditetapkan sebagai 3T, kapitasinya akan berbeda, dan ini bisa sangat membantu operasional rumah sakit,” ujarnya.

Tak hanya persoalan fasilitas dan anggaran, Ninik menyoroti aspek sumber daya manusia. Ia menilai, tenaga kesehatan lokal adalah kunci untuk memperkuat layanan di wilayah kepulauan. “Kesulitannya kalau bukan putra daerah, mereka biasanya enggan bertugas lama di kepulauan. Biaya dan insentifnya besar, tapi tak menjamin mereka betah. Maka kita perlu dorong putra-putri daerah mengambil pendidikan spesialisasi agar bisa mengabdi di tanah sendiri,” katanya dengan nada optimistis.

Bagi Ninik, membenahi layanan kesehatan di Maluku bukan sekadar membangun gedung baru, tapi menghidupkan kembali semangat pemerataan yang selama ini terhambat oleh jarak, laut, dan keterbatasan. Sambil menutup kunjungannya, ia menatap laut Ambon yang tenang — seolah mengingatkan, bahwa di balik keindahan kepulauan ini masih ada ribuan warga yang menunggu hadirnya keadilan dalam layanan kesehatan. 

DPR RI Nihayatul Wahfiroh Rumah Sakit Tua di Ambon dan Perjuangan Panjang Komisi IX dalam Pemerataan Kesehatan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Pemerintah Perlu Antisipasi Dampak Geopolitik terhadap Harga BBM

Maret 10, 2026

Dukung Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 Demi Lindungi Anak di Ruang Digital

Maret 9, 2026

Baleg Matangkan RUU Satu Data Indonesia, Serap Masukan Daerah di Padang

Maret 9, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Pemerintah Perlu Antisipasi Dampak Geopolitik terhadap Harga BBM

DPR Maret 10, 2026

Komisi VI DPR RI mengingatkan pemerintah untuk mengantisipasi dampak dinamika geopolitik global terhadap pasokan dan…

Dukung Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 Demi Lindungi Anak di Ruang Digital

Maret 9, 2026

Baleg Matangkan RUU Satu Data Indonesia, Serap Masukan Daerah di Padang

Maret 9, 2026

Martin Manurung Tekankan Pentingnya Penentuan Level Integrasi Data dalam RUU SDI

Maret 9, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?