Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pemerintah Perlu Antisipasi Dampak Geopolitik terhadap Harga BBM

Maret 10, 2026

Dukung Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 Demi Lindungi Anak di Ruang Digital

Maret 9, 2026

Baleg Matangkan RUU Satu Data Indonesia, Serap Masukan Daerah di Padang

Maret 9, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Tata Ruang dan Pemerataan Wisata Kunci Masa Depan Pariwisata Bali
DPR

Tata Ruang dan Pemerataan Wisata Kunci Masa Depan Pariwisata Bali

RedaksiBy RedaksiJuli 3, 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, dalam foto bersama dengan tim usai pertemuan Kunjungan Kerja Spesifik ke Provinsi Bali/Int
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, menekankan pentingnya pengembangan pariwisata Peovinsi Bali yang lebih berkualitas, berkelanjutan, dan merata ke seluruh wilayah. Hal itu disampaikannya dalam pertemuan dengan Gubernur Bali, I Wayan Koster, beserta pelaku wisata. Guna membahas arah kebijakan pembangunan sektor pariwisata di Pulau Dewata.

Menurut Evita, seperti di katakan Gubernur Bali, pariwisata menyumbang sekitar 66 persen dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), menjadikannya tulang punggung ekonomi masyarakat Bali. Oleh karena itu, perhatian khusus terhadap sektor ini sangat penting.

“Pariwisata adalah penggerak utama perekonomian Bali. Maka ke depan, pariwisata harus diarahkan menjadi pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan,” ujar Evita. Usai memimpin Kunjungan Kerja Spesifik ke Provinsi Bali, Rabu, (2/7/2025).

Di sisi lain dalam pertemuan mengemuka Isu overtourism yang menjadi sorotan. Ia menilai, tudingan bahwa Bali mengalami overtourism harus dilihat secara lebih objektif dan berdasarkan indikator yang jelas.

“Banyak yang menyebut Bali overcapacity atau overtourism. Padahal, kalau kita bandingkan, luas Bali itu sepuluh kali lebih besar dari Phuket, Thailand. Namun Phuket tidak disebut overtourism, padahal wilayahnya jauh lebih kecil,” jelasnya.

Evita menggarisbawahi bahwa yang menjadi masalah bukan jumlah wisatawannya, tetapi distribusi kunjungan yang masih terpusat di Bali Selatan.

“Kita harus mengatur distribusi objek wisata agar tidak menumpuk di satu titik. Ini yang sedang diupayakan pemerintah provinsi, salah satunya dengan pembangunan bandara di Bali Utara,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga mendorong pemerintah pusat agar memberikan insentif khusus kepada daerah-daerah yang sangat bergantung pada sektor pariwisata, tidak hanya Bali namun daerah lain yang berkembang akan pariwisatanya.

 “Daerah yang ekonominya ditopang oleh pariwisata harus mendapat perhatian khusus, seperti insentif pajak dan pembangunan infrastruktur,” tambahnya.

Yang tak kalah penting, menurut Politisi PDIP, adalah penerapan tata ruang yang jelas dan tegas dalam pembangunan pariwisata. Ia menyoroti tumpang tindih fungsi lahan yang terjadi di beberapa wilayah lain sebagai pelajaran berharga.

“Jangan sampai kita ulang kesalahan seperti di Raja Ampat atau Kalimantan Utara, di mana pariwisata, industri, dan konservasi saling bertabrakan karena tidak ada kejelasan tata ruang,” tegas Evita.

Ia berharap ke depan, setiap kebijakan pembangunan pariwisata di Bali maupun daerah lain bisa mengacu pada perencanaan tata ruang yang terintegrasi dan berwawasan lingkungan.

Seperti diketahui pariwisata Bali berkembang pesat di Wilayah Denpasar, Badung, Gianyardan Tabanan (Sarbagita) yang ditandai dengan jumlah hotel berbintang dan non berbintang mencapai 70,6 persen dan 29,4 persen terdapat di wilayah Luar Sarbagita, sedangkan jumlah restaurant mencapai 69,4 persen di wilayah Sarbagita, hanya 30,6 persen di wilayah Luar Sarbagita. 

Kunjungan wisatawan mancanegara dari kacamata negara-negara Asean pada tahun 2024, keseluruhan sebanyak 126,66juta pengunjung, di Indonesia sebanyak 13,89 juta kunjungan untuk seluruh pariwisata di wilayah Indonesia. Sedangkan di Provinsi Bali sebanyak 6,33 juta kunjungan dari total kunjungan indonesia 45,7 persen. Januari-Mei 2025 2.638.722 total kunjungan manca negara ke Indonesia bisa di persentasikan 46,83. 

Selain itu Membangun Bali Utara sebagai Destinasi Baru untuk mengatasi ketimpangan dan mendorong pemerataan ekonomi, Bali kini tengah mengembangkan destinasi wisata kelas dunia di Bali Utara, salah satunya adalah Kawasan Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali di Kabupaten Buleleng. Upaya ini diharapkan dapat menyeimbangkan perekonomian antar wilayah, khususnya di Bali Utara, Timur, dan Barat, serta meningkatkan keterlibatan masyarakat lokal dan penggunaan produk-produk lokal Bali. 

DPR RI Evita Nursanty Tata Ruang dan Pemerataan Wisata Kunci Masa Depan Pariwisata Bali Wakil Ketua Komisi VII DPR RI
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Pemerintah Perlu Antisipasi Dampak Geopolitik terhadap Harga BBM

Maret 10, 2026

Dukung Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 Demi Lindungi Anak di Ruang Digital

Maret 9, 2026

Baleg Matangkan RUU Satu Data Indonesia, Serap Masukan Daerah di Padang

Maret 9, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Pemerintah Perlu Antisipasi Dampak Geopolitik terhadap Harga BBM

DPR Maret 10, 2026

Komisi VI DPR RI mengingatkan pemerintah untuk mengantisipasi dampak dinamika geopolitik global terhadap pasokan dan…

Dukung Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 Demi Lindungi Anak di Ruang Digital

Maret 9, 2026

Baleg Matangkan RUU Satu Data Indonesia, Serap Masukan Daerah di Padang

Maret 9, 2026

Martin Manurung Tekankan Pentingnya Penentuan Level Integrasi Data dalam RUU SDI

Maret 9, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?