Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Transformasi Digital TASPEN Sukses Cairkan 97 Persen Penerima THR dalam Waktu Singkat

Maret 6, 2026

Dukung Kongres II IKAPBN, BK DPR: Perkuat Analis APBN yang Profesional dan Independen

Maret 5, 2026

Ada 814 Lubang Tambang Terbuka di Kalsel, Mercy Barends: Tindak Tegas Pelanggarannya

Maret 5, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Waspada Sapi Gelonggongan Jelang Iduladha, Daniel Johan Dorong Pemerintah Masifkan Edukasi Soal Hewan Kurban
DPR

Waspada Sapi Gelonggongan Jelang Iduladha, Daniel Johan Dorong Pemerintah Masifkan Edukasi Soal Hewan Kurban

RedaksiBy RedaksiJuni 4, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Anggota Komisi IV DPR Daniel Johan/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota Komisi IV DPR Daniel Johan mendorong pemerintah untuk meningkatkan edukasi mengenai hewan kurban sekaligus menindak tegas para penjual hewan kurban yang nakal. Tidak henti, ia juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap maraknya penjualan sapi gelonggongan di tengah lonjakan permintaan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha.

“Menjelang Hari Raya Iduladha, lonjakan penjualan seperti sapi dan kambing membuka celah bagi praktik curang di lapangan. Praktik ini bukan hanya merugikan konsumen dari sisi ekonomi, tapi juga mengancam kesehatan publik,” kata Daniel melalui rilis media yang dikutip koranmerdeka.co di Jakarta, Selasa (3/6/2025).

Perlu diketahui, salah satu modus yang kerap terjadi mendekati lebaran kurban adalah penjualan sapi gelonggongan, yakni sapi yang dipaksa minum air berlebih agar bobotnya tampak lebih berat saat ditimbang. Ia menilai, pemerintah daerah (pemda) belum responsif menghadapi persoalan hewan kurban gelonggongan, padahal fenomena ini selalu berulang setiap tahun.

“Pemda khususnya dinas peternakan dan dinas kesehatan hewan harus mengambil langkah konkret, dalam menghadapi praktik penipuan ini,” tegasnya.

Lebih lanjut, Legislator dari Dapil Kalimantan Barat I itu menyebut sapi gelonggongan bukan sekadar persoalan moral pedagang, tapi masalah sistem pengawasan. Terlebih hewan yang dipaksa minum air dalam jumlah besar mengalami stres metabolik dan kerusakan organ yang membuat dagingnya cepat rusak dan tidak layak konsumsi.

“Bagi anak-anak, lansia, atau mereka yang memiliki masalah kesehatan, mengonsumsi daging seperti ini berisiko tinggi menimbulkan gangguan pencernaan bahkan infeksi,” tutur Daniel.

Sebagai informasi, praktik sapi gelonggongan sangat bertentangan dengan prinsip kesejahteraan hewan serta syariat penyembelihan dalam Islam. Mengutip pernyataan Dosen Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University, Dr drh Denny Widaya Lukman, praktik gelonggongan dinilai sangat menyiksa hewan sejak sebelum disembelih.

Sapi gelonggongan biasanya diminumkan air secara paksa melalui mulut menggunakan selang 1-2 jam sebelum disembelih sehingga bobot daging sapi gelonggongan jadi meningkat hingga 20-40 persen. Ciri-ciri sapi gelonggongan diantaranya perut tampak membesar, tampak lemah, bahkan sampai tidak bisa berdiri. Setelah disembelih, permukaan daging sapi gelonggongan akan tampak basah.

Jika digantung, daging gelonggongan juga meneteskan sedikit air kendati sulit dicek secara kasat mata. Namun, daging gelonggongan sulit diidentifikasi jika sudah dibekukan. Untuk itu, masyarakat disarankan memilih daging dalam kemasan berlabel sehingga kualitasnya lebih terjamin.

Adapun bahaya mengkonsumsi daging sapi gelonggongan, salah satunya berisiko menyebabkan keracunan. Sebab, daging sapi gelonggongan memiliki kandungan air tinggi, cepat busuk, dan rentan terkontaminasi patogen, yaitu mikroorganisme seperti virus, bakteri dan jamur yang bisa menyebabkan infeksi dan penyakit. 

Anggota Komisi IV DPR Daniel Johan Daniel Johan Dorong Pemerintah Masifkan Edukasi Soal Hewan Kurban DPR RI
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Dukung Kongres II IKAPBN, BK DPR: Perkuat Analis APBN yang Profesional dan Independen

Maret 5, 2026

Ada 814 Lubang Tambang Terbuka di Kalsel, Mercy Barends: Tindak Tegas Pelanggarannya

Maret 5, 2026

Anak Penjual Nasi Goreng Dikeroyok 30 Orang, Abduh Pertanyakan Penegakan Hukum Kasus Arnendo

Maret 5, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Transformasi Digital TASPEN Sukses Cairkan 97 Persen Penerima THR dalam Waktu Singkat

Nasional Maret 6, 2026

PT TASPEN (Persero) mencatat rekor baru dalam pelayanan kepada pensiunan. Pada 2026, pembayaran Tunjangan Hari…

Dukung Kongres II IKAPBN, BK DPR: Perkuat Analis APBN yang Profesional dan Independen

Maret 5, 2026

Ada 814 Lubang Tambang Terbuka di Kalsel, Mercy Barends: Tindak Tegas Pelanggarannya

Maret 5, 2026

Anak Penjual Nasi Goreng Dikeroyok 30 Orang, Abduh Pertanyakan Penegakan Hukum Kasus Arnendo

Maret 5, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?