Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Transformasi Digital TASPEN Sukses Cairkan 97 Persen Penerima THR dalam Waktu Singkat

Maret 6, 2026

Dukung Kongres II IKAPBN, BK DPR: Perkuat Analis APBN yang Profesional dan Independen

Maret 5, 2026

Ada 814 Lubang Tambang Terbuka di Kalsel, Mercy Barends: Tindak Tegas Pelanggarannya

Maret 5, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Yulisman Tekankan Pentingnya Evaluasi Mendalam terkait Kinerja BUMN Pertambangan
DPR

Yulisman Tekankan Pentingnya Evaluasi Mendalam terkait Kinerja BUMN Pertambangan

RedaksiBy RedaksiMaret 18, 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Anggota Komisi VI DPR RI, Yulisman, saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat dengan jajaran direksi PT. Mineral Industri Indonesia/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Komisi VI DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat dengan jajaran direksi PT. Mineral Industri Indonesia pada Kamis (13/3/2025) di Ruang Rapat Komisi VI DPR RI. Anggota Komisi VI DPR RI, Yulisman, menyoroti kinerja dan akuntabilitas Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor pertambangan. Dalam rapat tersebut Yulisman menekankan pentingnya evaluasi mendalam terhadap kinerja operasi BUMN pertambangan.

“Indonesia dikaruniai sumber daya alam yang begitu banyak dan begitu melimpah. Tapi yang paling penting adalah kita sadari, ini harus dapat dikelola dengan baik. Karena bukan hanya di masa kita yang bisa menikmati, tapi juga masih di masa anak cucu kita nanti,” ujar Yulisman, saat memberikan pandangannya tentang pengelolaan sumber daya alam sektor pertambangan, Jakarta, Kamis (13/3/2025).

Ia menyoroti PT. Freeport Indonesia yang mana terjadi penurunan produksi tembaga, emas, dan perak. Penurunan produksi tembaga, emas, dan perak ini menjadi perhatian serius Komisi VI DPR RI. Ia meminta agar diberikan penjelasan lebih rinci terkait hal ini dan menekankan perlunya langkah-langkah strategis untuk meningkatkan produksi.

“Ini ada terjadi penurunan Pak, baik produksi tembaga, emas, dan perak. Ini mungkin harus jelaskan nanti secara rinci lagi karena ini akan menjadi kajian-kajian strategis buat kami dan memberikan masukan kepada para-para direksi yang ada di Freeport. Mungkin ada kata-kata kunci, ada rahasia-rahasia, bagaimana supaya bisa ditingkatkan produksi, ya khususnya yang ada di Freeport,” jelasnya.

Selain itu, Yulisman juga menyoroti masalah Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang tidak aktif di PT. Bukit Asam, serta rencana dibuatnya DME (dimetil eter) yang tak kunjung terealisasikan. Ia mempertanyakan alasan di balik tidak adanya kejelasan terkait kegiatan eksplorasi di lokasi tersebut, padahal masyarakat setempat sangat mengharapkan manfaat ekonomi dari potensi sumber daya alam yang ada.

“Izin yang dipegang oleh Bukit Asam ini kalau bisa ya segera dieksplorasi. Karena kan sayang juga. Kalau tidak mungkin, silakan mau dialihkan dengan BUMD kah atau dengan pihak-pihak swasta lainnya. Karena di situ swasta juga masih banyak yang menambang. Tidak ada alasan kalau itu tidak ditambang dengan alasan-alasan teknis. Ya karena masyarakat Riau dan Indragiri Hulu berharap karena di situ tentu banyak turunan-turunannya atau efek-efek ke bawahnya yang bisa menghidupkan perekonomian di masyarakat yang ada di sekitar wilayah kerja IUP Bukit Asam yang ada di Indragiri Hulu,” tekannya.

Praktik subkontraktor di PT. Antam juga menjadi perhatian, dengan penekanan pada pencegahan penambangan ilegal dan produk ilegal yang masuk ke perusahaan. Yulisman menekankan segala hal yang bekerja di wilayah PT. Antam harus terdata, serta menegaskan pentingnya mengadakan kemitraan dengan masyarakat setempat guna menjamin perlindungan lingkungan dan hak-hak masyarakat.

“Seluruh wilayah kerja Itu jangan ada yang menambang tetapi bukan dari bagian yang legal. Sehingga tidak ada produk ilegal yang akan ditampung oleh perusahaan. Jadi tentu yang bekerja di wilayah itu harus betul-betul terdata. Yang tidak dikasih kontrak kerja tidak boleh bekerja. Kemudian, kalau ada masyarakat, nah itu yang mesti dicarikan solusinya. Karena masyarakat itu lebih dulu hidup di situ daripada izin yang perusahaan dapatkan. Nah di situ perlu ada kemitraan, silahkan diatur sedemikian rupa, tetapi tidak merugikan kedua belah pihak,” tegasnya.

Yulisman turut mengingatkan betapa pentingnya isu pengelolaan lingkungan. Ia menekankan perlunya penerapan standar lingkungan yang ketat dan prinsip-prinsip ekonomi hijau dalam kegiatan pertambangan.

“Isu lingkungan harus menjadi perhatian utama. Setiap kegiatan pertambangan pasti menimbulkan dampak lingkungan, baik limbah cair, padat, organik, maupun emisi karbon. BUMN harus bertanggung jawab untuk meminimalisir dampak tersebut,” pungkasnya.

BUMN DPR RI Komisi VI DPR RI Pentingnya Evaluasi Mendalam terkait Kinerja BUMN Pertambangan Yulisman
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Dukung Kongres II IKAPBN, BK DPR: Perkuat Analis APBN yang Profesional dan Independen

Maret 5, 2026

Ada 814 Lubang Tambang Terbuka di Kalsel, Mercy Barends: Tindak Tegas Pelanggarannya

Maret 5, 2026

Anak Penjual Nasi Goreng Dikeroyok 30 Orang, Abduh Pertanyakan Penegakan Hukum Kasus Arnendo

Maret 5, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Transformasi Digital TASPEN Sukses Cairkan 97 Persen Penerima THR dalam Waktu Singkat

Nasional Maret 6, 2026

PT TASPEN (Persero) mencatat rekor baru dalam pelayanan kepada pensiunan. Pada 2026, pembayaran Tunjangan Hari…

Dukung Kongres II IKAPBN, BK DPR: Perkuat Analis APBN yang Profesional dan Independen

Maret 5, 2026

Ada 814 Lubang Tambang Terbuka di Kalsel, Mercy Barends: Tindak Tegas Pelanggarannya

Maret 5, 2026

Anak Penjual Nasi Goreng Dikeroyok 30 Orang, Abduh Pertanyakan Penegakan Hukum Kasus Arnendo

Maret 5, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?