Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pemerintah Perlu Antisipasi Dampak Geopolitik terhadap Harga BBM

Maret 10, 2026

Dukung Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 Demi Lindungi Anak di Ruang Digital

Maret 9, 2026

Baleg Matangkan RUU Satu Data Indonesia, Serap Masukan Daerah di Padang

Maret 9, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Biaya Haji 2025 Tak Seragam, Nanang Samodra Soroti Kesiapan Bandara
DPR

Biaya Haji 2025 Tak Seragam, Nanang Samodra Soroti Kesiapan Bandara

RedaksiBy RedaksiFebruari 27, 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Anggota Komisi VIII DPR RI Nanang Samodra, saat mengikuti kunjungan kerja dalam rangka melihat persiapan penyelenggaraan ibadah haji di Embarkasi Surabaya, Jawa Timur/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota Komisi VIII DPR RI Nanang Samodra menyatakan kekecewaannya terhadap Kementerian Agama (Kemenag) terkait biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) tahun 2025. Pasalnya, meskipun secara umum biaya haji telah disepakati untuk turun dibandingkan tahun lalu, faktanya biaya yang dibayarkan jemaah di beberapa embarkasi justru mengalami kenaikan.


“Saya sebagai anggota Komisi VIII sedikit kecewa dengan Kemenag karena kita sudah sepakat bahwa biaya perjalanan ibadah haji untuk tahun 2025 ini diturunkan dibandingkan tahun lalu. Tapi dalam faktanya memang turun tetapi masyarakat membayar lebih dari tahun lalu,” ujar Nanang, kepada Parlementaria, usai kunjungan kerja dalam rangka melihat persiapan penyelenggaraan ibadah haji di Embarkasi Surabaya, Jawa Timur, Rabu (26/2/2025).


Ia menjelaskan, kenaikan biaya ini terjadi di beberapa embarkasi, dengan kenaikan tertinggi terjadi di Embarkasi Banjarmasin. Hal ini menimbulkan kekecewaan di kalangan jemaah haji asal Kalimantan Selatan.


“Dari sekian belas embarkasi, ternyata saya temukan empat yang turun, yaitu Aceh, Medan, Makassar, dan satu lagi saya lupa. Tapi yang lain naik, yang paling tinggi kenaikannya adalah Banjarmasin. Jadi masyarakat Banjarmasin kecewa, kenapa kok biaya haji diumumkan turun tapi ternyata faktanya yang kita bayar lebih,” ungkapnya.


Nanang menilai, perbedaan biaya ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kesiapan bandara. Ia mencontohkan, Embarkasi Surabaya memiliki biaya yang lebih mahal karena landasan pacunya yang pendek, sehingga pesawat berbadan besar tidak bisa mendarat dengan kapasitas penuh.


“Keliatannya kesiapan bandara, saya ambil contoh misalkan Surabaya itu mahal, Embarkasi Surabaya, kenapa? Landasannya pendek sehingga pesawat badan besar gak bisa landing disitu. Kalaupun bisa landing kapasitasnya terbatas sehingga bahan bakarnya dikurangi. Akhirnya untuk bisa sampai langsung terbang ke Jeddah harus ngisi lagi, di Banda Aceh ngisi disana, baru terbang,” jelasnya.


Sementara itu, Embarkasi Banjarmasin mengalami kenaikan biaya karena bandaranya yang belum berstatus internasional, sehingga memerlukan biaya tambahan untuk mendatangkan peralatan dan perlengkapan dari Jakarta.


“Banjarmasin kenapa kok harganya naik karena di Banjarmasin itu bukan bandara internasional tapi bisa digunakan untuk haji artinya kesiapan-kesiapan sebagai bandara internasional jadi tanggap pesawat untuk pesawat yang badan lebar, alat-alat catering dan semua muanya itu didatangkan dari Jakarta. Nah ongkos mendatangkannya itu juga tidak murah,” katanya.


Nanang berharap, ke depannya Kemenag bisa lebih cermat dalam menetapkan biaya haji per embarkasi, sehingga tidak menimbulkan kekecewaan di kalangan jemaah.


“Lain kali kalau sudah keluar Keppres gelondongannya, maksudnya persetujuan  sudah turun, ya ditatalah sedemikian rupa supaya biaya yang dibayar oleh masyarakat per embarkasi itu juga turun artinya diratakan supaya kesannya semua mengalami penurunan. Jangan seperti sekarang diumumkan turun tapi malah masyarakat membayarnya naik gitu,” pungkasnya.

Anggota Komisi VIII DPR RI biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) DPR RI Kementerian Agama (Kemenag) Nanang Samodra
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Pemerintah Perlu Antisipasi Dampak Geopolitik terhadap Harga BBM

Maret 10, 2026

Dukung Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 Demi Lindungi Anak di Ruang Digital

Maret 9, 2026

Baleg Matangkan RUU Satu Data Indonesia, Serap Masukan Daerah di Padang

Maret 9, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Pemerintah Perlu Antisipasi Dampak Geopolitik terhadap Harga BBM

DPR Maret 10, 2026

Komisi VI DPR RI mengingatkan pemerintah untuk mengantisipasi dampak dinamika geopolitik global terhadap pasokan dan…

Dukung Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 Demi Lindungi Anak di Ruang Digital

Maret 9, 2026

Baleg Matangkan RUU Satu Data Indonesia, Serap Masukan Daerah di Padang

Maret 9, 2026

Martin Manurung Tekankan Pentingnya Penentuan Level Integrasi Data dalam RUU SDI

Maret 9, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?