Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

BAM DPR RI Inisiatif Selesaikan Persoalan Resettlement Warga Eks Blang Lancang-Rancang Lhokseumawe

Juni 9, 2026

Mulyadi Pertanyakan Dasar Pemetaan LSD dan LP2B dalam Pembahasan RUU Komoditas Strategis

Juni 9, 2026

Komisi IV Apresiasi Komitmen PT MSM Reklamasi Area Pascatambang

Juni 8, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»BAKN Gelar RDPU Bahas Efektivitas Subsidi Pupuk
DPR

BAKN Gelar RDPU Bahas Efektivitas Subsidi Pupuk

RedaksiBy RedaksiFebruari 12, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Wakil Ketua BAKN DPR RI, Herman Khaeron foto bersama usai memimpin Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) untuk menelaah efektivitas subsidi pupuk di Indonesia di Nusantara II, Senayan, Jakarta/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) untuk menelaah efektivitas subsidi pupuk di Indonesia. Rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua BAKN DPR RI, Herman Khaeron, ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan dari Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Aliansi Petani, Pemuda Petani Indonesia, serta Perempuan Tani Indonesia.

Dalam rapat, Herman menekankan bahwa subsidi pupuk harus memenuhi prinsip 5T, yakni tepat sasaran, tepat harga, tepat dosis, tepat penyaluran, dan tepat waktu. “Pupuk tidak bisa menunggu petani. Justru pupuk yang harus menyesuaikan dengan jadwal tanam petani,” ujarnya di Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (11/2/2025) 

BAKN menelaah bahwa sejak 2018 hingga 2023, pemerintah telah mengalokasikan anggaran subsidi pupuk sebesar Rp203,44 triliun, dengan realisasi mencapai Rp190,58 triliun atau sekitar 93,68%. Sementara itu, anggaran subsidi pupuk untuk tahun 2025 diperkirakan meningkat tajam menjadi Rp44,15 triliun dengan target volume 9,5 juta.

Masalah Penyaluran

Herman mengungkapkan bahwa penyaluran pupuk subsidi masih menghadapi berbagai masalah, seperti fluktuasi harga dan kelangkaan di masa tanam. “Seringkali, pupuk ada tetapi harganya mahal, sehingga tetap sulit dijangkau petani,” kata Herman. Ia juga menyoroti pentingnya peran masyarakat dalam mengawasi penyaluran pupuk agar tidak terjadi penyimpangan, termasuk pemalsuan pupuk di lapangan.

Selain itu, harga eceran tertinggi (HET) pupuk juga menjadi perhatian. Perbedaan harga di daerah terpencil dibandingkan dengan wilayah perkotaan sering kali terjadi karena biaya logistik dan transportasi yang tinggi. “Margin yang diberikan kepada agen dan pengecer harus cukup agar mereka tidak menahan stok demi menaikkan harga,” tambahnya.

Evaluasi dan Reformulasi

BAKN terus melakukan uji petik di sejumlah pabrik pupuk, baik milik swasta maupun BUMN, untuk mendapatkan data yang lebih komprehensif. “Kami akan ke Pupuk Indonesia Sekandar Muda, Pupuk Kujang, dan Pupuk Kalimantan Timur untuk melihat langsung kondisi di lapangan,” ujar Herman.

Selain itu, BAKN juga mempertimbangkan berbagai opsi reformulasi skema penyaluran subsidi pupuk. Beberapa alternatif yang sedang dikaji antara lain penyaluran melalui kelompok tani (poktan), koperasi unit desa (KUD), atau melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang memiliki akses pada dana desa.

“Kami masih dalam tahap telaah dan belum menyimpulkan rekomendasi final. Setelah pemerkayaan informasi dari para ahli dan uji petik, kami akan mengundang kembali menteri terkait untuk mendiskusikan hasil telaahan ini sebelum dibacakan dalam paripurna DPR,” pungkas Herman.

Dengan adanya evaluasi ini, diharapkan subsidi pupuk dapat lebih efektif dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani di seluruh Indonesia.

Badan Akuntabilitas Keuangan Negara DPR RI Herman Khaeron Wakil Ketua BAKN
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

BAM DPR RI Inisiatif Selesaikan Persoalan Resettlement Warga Eks Blang Lancang-Rancang Lhokseumawe

Juni 9, 2026

Mulyadi Pertanyakan Dasar Pemetaan LSD dan LP2B dalam Pembahasan RUU Komoditas Strategis

Juni 9, 2026

Komisi IV Apresiasi Komitmen PT MSM Reklamasi Area Pascatambang

Juni 8, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

BAM DPR RI Inisiatif Selesaikan Persoalan Resettlement Warga Eks Blang Lancang-Rancang Lhokseumawe

DPR Juni 9, 2026

Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI Ahmad Heryawan menegaskan bahwa persoalan pemukiman kembali (resettlement)…

Mulyadi Pertanyakan Dasar Pemetaan LSD dan LP2B dalam Pembahasan RUU Komoditas Strategis

Juni 9, 2026

Komisi IV Apresiasi Komitmen PT MSM Reklamasi Area Pascatambang

Juni 8, 2026

Panja RUU Kehutanan Dorong Pelaku Tambang Terapkan Standar Pemulihan Lingkungan Ketat

Juni 8, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?