Anggota Komisi V DPR RI Boyman Harun menyoroti pemanfaatan fasilitas Sekolah Rakyat di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, yang dinilai belum optimal. Menurutnya, kapasitas gedung Sekolah Rakyat yang besar perlu diimbangi dengan jumlah siswa agar pembangunan yang telah dilakukan dapat memberikan manfaat maksimal bagi anak-anak kurang mampu.
Hal tersebut disampaikan Boyman saat mengikuti kunjungan spesifik Komisi V DPR RI dalam rangka meninjau Sekolah Rakyat di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (24/8/2026). Ia menilai pemanfaatan fasilitas perlu menjadi perhatian karena pembangunan sekolah tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
“Kalau kita lihat dalam setiap pidato Bapak Presiden, artinya ini suatu program yang sangat dibanggakan oleh Bapak Presiden. Makanya, pemanfaatan terhadap pembangunan yang tidak murah ini, demi untuk kepentingan anak-anak kita untuk belajar dan sekolah dengan nyaman, aman dan berkualitas, itu sangat kita perhatikan,” ujar Politisi Fraksi PAN itu.
Menurut Boyman, hasil peninjauan menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara kapasitas gedung dengan jumlah siswa yang diterima setiap tahun. Kondisi tersebut membuat sejumlah ruang belum dimanfaatkan secara optimal.
“Jujur saja setelah kita adakan peninjauan, artinya dalam pertahun itu hanya menerima sekitar 200 murid. Sementara kapasitas itu hampir seribu (orang), katakanlah seribu serratus (orang),” katanya.
Ia menilai kondisi tersebut perlu segera diperbaiki mengingat masih banyak anak-anak kurang mampu yang membutuhkan sekolah berkualitas. Selain itu, kapasitas gedung yang belum terisi penuh juga berpotensi membuat biaya pemeliharaan dan perawatan tidak sebanding dengan pemanfaatannya.
“Artinya banyak lokal yang menurut saya, yang kurang bermanfaat, bahkan kosong yang tidak ada pehuninya. Sementara, pemanfaatan dari biaya pembangunan sekolah itu kan tidak murah,” tutur Boyman.
Boyman menegaskan persoalan yang perlu diperbaiki bukan pada bangunan sekolah, melainkan sistem yang mengatur pemanfaatannya. Ia pun mendukung target satu Sekolah Rakyat di setiap kabupaten/kota, dengan catatan kapasitas sekolah dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Bangunannya benar. Sistem yang menurut saya harus dibenahi. Artinya masih banyak anak-anak kita di Indonesia ini yang kurang mampu, yang membutuhkan sekolah berkualitas,” ujarnya.
Karena itu, Boyman meminta pemerintah memperbaiki sistem agar semakin banyak anak kurang mampu dapat memperoleh kesempatan bersekolah di Sekolah Rakyat. Ia berharap kapasitas yang telah disiapkan melalui pembangunan gedung dapat benar-benar dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak tersebut.
“Saya mendukung, tetapi harus sistemnya dirubah, agar pemanfaatan terhadap sekolah itu benar-benar optimal. Artinya kalau kapasitasnya seribu, ya siswanya harus ada seribu,” tegasnya.
