Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Transformasi Digital TASPEN Sukses Cairkan 97 Persen Penerima THR dalam Waktu Singkat

Maret 6, 2026

Dukung Kongres II IKAPBN, BK DPR: Perkuat Analis APBN yang Profesional dan Independen

Maret 5, 2026

Ada 814 Lubang Tambang Terbuka di Kalsel, Mercy Barends: Tindak Tegas Pelanggarannya

Maret 5, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Samuel J.D. Wattimena Soroti Lemahnya Koordinasi dan Keberpihakan terhadap UMKM Jawa Tengah
DPR

Samuel J.D. Wattimena Soroti Lemahnya Koordinasi dan Keberpihakan terhadap UMKM Jawa Tengah

RedaksiBy RedaksiFebruari 23, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel J.D. Wattimena, saat kunjungan kerja reses Komisi VII DPR RI di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota Komisi VII DPR RI Samuel J.D. Wattimena menekankan pentingnya penguatan komunikasi, kolaborasi, dan koordinasi dalam pengembangan UMKM di Jawa Tengah. Hal tersebut disampaikannya saat kunjungan kerja reses Komisi VII DPR RI di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Jumat (20/2/2026).

Menurut Samuel, persoalan utama UMKM di Indonesia, termasuk di Jawa Tengah, bukan semata pada ketiadaan regulasi, melainkan pada lemahnya koordinasi dan eksekusi kebijakan di berbagai tingkatan pemerintahan.

“Berbagai peraturan di tingkat gubernur, wali kota, hingga bupati sebenarnya sudah ada. Tapi koordinasinya lemah. Peta kebijakannya seperti apa, eksekusinya bagaimana, anggarannya disiapkan seperti apa, perencanaannya bagaimana—sering kali tidak terintegrasi dengan baik,” ujarnya.

Ia menilai banyak blueprint dan gagasan yang telah dirumuskan, namun implementasinya tidak berjalan optimal karena kurangnya sinkronisasi lintas sektor dan lintas level pemerintahan.

Samuel juga menyoroti pembinaan UMKM yang selama ini cenderung bersifat parsial. Menurutnya, pelaku UMKM kerap diberikan pelatihan dan pendampingan, namun setelah itu dilepas tanpa ekosistem pendukung yang memadai.

“UMKM kita tidak bisa bersaing dengan produk luar yang masuk. Produk mereka sudah diproduksi jutaan unit, sementara kita masih skala kecil. Tanpa keberpihakan nyata, UMKM sulit naik kelas,” tegas Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

Ia mendorong adanya dukungan konkret dari berbagai kementerian dan lembaga, tidak hanya dalam bentuk pelatihan, tetapi juga melalui kebijakan penyerapan produk UMKM secara berkelanjutan.

Lebih lanjut, Samuel mengaitkan penguatan UMKM dengan sektor pariwisata. Ia menilai penyerapan produk UMKM tidak hanya sebatas pembelian barang, tetapi juga harus terintegrasi dengan pengembangan destinasi wisata sebagai pasar alami bagi produk lokal.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa promosi desa wisata harus diiringi kesiapan di lapangan. “Kalau kita ingin mengangkat desa wisata, apakah desa wisatanya sudah siap? Kapasitas dan kualitasnya seperti apa? Data dan informasi yang tersedia sering kali belum komprehensif,” katanya.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu memastikan kesiapan infrastruktur, data, serta kualitas layanan sebelum mendorong promosi besar-besaran. Tanpa perencanaan matang, potensi wisata justru tidak optimal dan bisa mengecewakan pengunjung.

Samuel menegaskan bahwa kunci penguatan UMKM dan pariwisata terletak pada kerja sama yang solid antar pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pelaku usaha.

“Harus ada kerja sama yang nyata dan terstruktur agar UMKM Jawa Tengah tidak hanya banyak secara jumlah, tetapi juga kuat secara daya saing,” pungkasnya.

Kunjungan kerja reses Komisi VII DPR RI tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan di bidang perindustrian, pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif di Provinsi Jawa Tengah.

Anggota Komisi VII DPR RI DPR RI Samuel J.D. Wattimena Samuel J.D. Wattimena Soroti Lemahnya Koordinasi dan Keberpihakan terhadap UMKM Jawa Tengah
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Dukung Kongres II IKAPBN, BK DPR: Perkuat Analis APBN yang Profesional dan Independen

Maret 5, 2026

Ada 814 Lubang Tambang Terbuka di Kalsel, Mercy Barends: Tindak Tegas Pelanggarannya

Maret 5, 2026

Anak Penjual Nasi Goreng Dikeroyok 30 Orang, Abduh Pertanyakan Penegakan Hukum Kasus Arnendo

Maret 5, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Transformasi Digital TASPEN Sukses Cairkan 97 Persen Penerima THR dalam Waktu Singkat

Nasional Maret 6, 2026

PT TASPEN (Persero) mencatat rekor baru dalam pelayanan kepada pensiunan. Pada 2026, pembayaran Tunjangan Hari…

Dukung Kongres II IKAPBN, BK DPR: Perkuat Analis APBN yang Profesional dan Independen

Maret 5, 2026

Ada 814 Lubang Tambang Terbuka di Kalsel, Mercy Barends: Tindak Tegas Pelanggarannya

Maret 5, 2026

Anak Penjual Nasi Goreng Dikeroyok 30 Orang, Abduh Pertanyakan Penegakan Hukum Kasus Arnendo

Maret 5, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?