Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Transformasi Digital TASPEN Sukses Cairkan 97 Persen Penerima THR dalam Waktu Singkat

Maret 6, 2026

Dukung Kongres II IKAPBN, BK DPR: Perkuat Analis APBN yang Profesional dan Independen

Maret 5, 2026

Ada 814 Lubang Tambang Terbuka di Kalsel, Mercy Barends: Tindak Tegas Pelanggarannya

Maret 5, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Beban Kerja Kemensetneg Besar, Fungsi Edukasi Sejarah Istana Negara Perlu Dialihkan ke Kementerian Lain
DPR

Beban Kerja Kemensetneg Besar, Fungsi Edukasi Sejarah Istana Negara Perlu Dialihkan ke Kementerian Lain

RedaksiBy RedaksiFebruari 12, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Anggota Komisi XIII DPR RI, Anwar Sadad, saat diwawancarai Parlementaria di sela-sela Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XIII DPR RI ke Istana Kepresidenan Yogyakarta di Provinsi D.I.Y/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota Komisi XIII DPR RI, Anwar Sadad, menyoroti besarnya beban kerja Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) dalam mengelola aset-aset negara, khususnya Istana Kepresidenan. Menurut Anwar, menjaga warisan budaya (heritage) di tengah tuntutan modernisasi adalah pekerjaan besar yang sangat menguras energi. 

Tantangan utamanya adalah bagaimana melakukan restorasi bangunan yang mulai lapuk termakan usia, tapi tetap harus mengakomodasi kebutuhan fasilitas modern tanpa merusak nilai aslinya. ​Oleh karena itu, Anwar Sadad mengusulkan agar fungsi edukasi dan pembelajaran sejarah bagi publik tidak lagi ditumpuk di pundak Setneg. 

​

“Urusan istana menjadi tempat pembelajaran buat anak-anak kita agar mereka aware sejarah bangsanya, menurut saya bukan lagi dibebankan kepada Setneg. Itu bisa menjadi tugas Kementerian Kebudayaan, atau Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah,” ucapnya saat diwawancarai koranmerdeka.co di sela-sela Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XIII DPR RI ke Istana Kepresidenan Yogyakarta di Provinsi D.I.Y, Rabu (12/02/2026).

​

Politisi Fraksi Partai Gerindra ini meyakini, jika beban edukasi dialihkan ke kementerian yang relevan, akan tercipta variasi kegiatan yang lebih kaya dan edukatif. Setneg sendiri dinilai sudah sangat berhasil dalam menjaga fisik istana tetap berdiri kokoh hingga saat ini. Makanya menurut dia, prestasi tersebut harus didukung dengan tidak membebani mereka dengan tugas-tugas edukasi yang bukan tupoksi utamanya.

​”Sinergi dan kolaborasi juga bisa dengan kampus. Seperti kata Bung Karno, ‘warisi apinya, bukan abunya’. Kejayaan bangsa ini harus terus digaungkan, biar kolaborasi terjadi secara alami dengan kementerian lain,” tambahnya menekankan pentingnya transfer nilai sejarah.

​

Lebih lanjut, ia membedah karakteristik unik tiap istana yang membutuhkan pendekatan berbeda. Ia mencontohkan Istana Bogor yang kuat dengan nuansa botani, Istana Tampaksiring Bali dengan nuansa mistikal dan budaya, serta Istana Yogyakarta yang sangat kental dengan nilai historis sebagai saksi sejarah perjalanan Republik Indonesia.

​

Menutup keterangannya, Anwar mengingatkan bahwa aset di dalam istana, seperti lukisan-lukisan bersejarah, adalah “harta karun” yang tak ternilai harganya. Ia mengibaratkan, seperti dalam film-film Hollywood, benda seni bernilai tinggi selalu menjadi incaran, sehingga Setneg harus didukung anggaran memadai untuk merekrut kurator dan tenaga ahli restorasi kelas dunia demi menjaga aset bangsa tersebut.

Anggota Komisi XIII DPR RI Anwar Sadad Beban Kerja Kemensetneg Besar DPR RI
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Dukung Kongres II IKAPBN, BK DPR: Perkuat Analis APBN yang Profesional dan Independen

Maret 5, 2026

Ada 814 Lubang Tambang Terbuka di Kalsel, Mercy Barends: Tindak Tegas Pelanggarannya

Maret 5, 2026

Anak Penjual Nasi Goreng Dikeroyok 30 Orang, Abduh Pertanyakan Penegakan Hukum Kasus Arnendo

Maret 5, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Transformasi Digital TASPEN Sukses Cairkan 97 Persen Penerima THR dalam Waktu Singkat

Nasional Maret 6, 2026

PT TASPEN (Persero) mencatat rekor baru dalam pelayanan kepada pensiunan. Pada 2026, pembayaran Tunjangan Hari…

Dukung Kongres II IKAPBN, BK DPR: Perkuat Analis APBN yang Profesional dan Independen

Maret 5, 2026

Ada 814 Lubang Tambang Terbuka di Kalsel, Mercy Barends: Tindak Tegas Pelanggarannya

Maret 5, 2026

Anak Penjual Nasi Goreng Dikeroyok 30 Orang, Abduh Pertanyakan Penegakan Hukum Kasus Arnendo

Maret 5, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?