Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Transformasi Digital TASPEN Sukses Cairkan 97 Persen Penerima THR dalam Waktu Singkat

Maret 6, 2026

Dukung Kongres II IKAPBN, BK DPR: Perkuat Analis APBN yang Profesional dan Independen

Maret 5, 2026

Ada 814 Lubang Tambang Terbuka di Kalsel, Mercy Barends: Tindak Tegas Pelanggarannya

Maret 5, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Kemitraan Japfa Comfeed dengan Petani & UMKM Jadi Sorotan Komisi VII
DPR

Kemitraan Japfa Comfeed dengan Petani & UMKM Jadi Sorotan Komisi VII

RedaksiBy RedaksiJanuari 31, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI di PT Japfa Comfeed Indonesia, Provinsi Lampung/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Kemitraan PT Japfa Comfeed Indonesia dengan petani dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi sorotan Komisi VII DPR RI dalam Kunjungan Kerja Spesifik ke Provinsi Lampung. Sorotan tersebut disampaikan dalam rangka pengawasan industri pangan dan penguatan kebijakan ketahanan serta kedaulatan pangan nasional.

Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Novita Hardini, menegaskan bahwa penguatan industri pangan tidak boleh hanya menguntungkan industri besar, melainkan harus memberi dampak langsung bagi petani dan UMKM di daerah.

“Saya tidak ingin mitra-mitra yang bergabung dalam ekosistem PT Japfa Comfeed Indonesia ini mulai dari hulu sampai hilirnya dimonopoli oleh industri-industri besar, orang-orang besar, kenalan-kenalan yang sudah besar-besar,” ujar Novita Hardini kepada koranmerdeka.co usai mengikuti rapat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI di PT Japfa Comfeed Indonesia, Provinsi Lampung, Jumat (30/1/2026).

Menurut Novita Hardini, kebijakan pangan yang menjadi bagian dari astacita Presiden Prabowo Subianto harus menjadi peluang ekonomi bagi pelaku usaha kecil.

“Ini harus menjadi peluang ekonomi yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku-pelaku UMKM yang benar-benar masih di bawah mikro, sehingga mereka punya potensi untuk bisa berkembang menjadi mitra,” tegas Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu.

Dalam kunjungan kerja spesifik tersebut, Novita Hardini juga menyoroti tantangan yang dihadapi petani di tengah fluktuasi harga jagung dan kenaikan harga bahan baku impor akibat dinamika geopolitik dan geoekonomi global. Ia menekankan agar kondisi itu tidak justru memperberat beban petani.

“Saya ingin memastikan bahwa PT Japfa Comfeed Indonesiaa tidak semakin menekan para petani,” tegasnya.

Komisi VII turut mempertanyakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan kepada petani, baik melalui skema kemitraan, pembinaan, maupun program corporate social responsibility (CSR).

“Saya ingin PT Japfa Comfeed Indonesiaa bisa menjelaskan kepada kami dan kepada masyarakat Indonesia, tanggung jawab sosialnya untuk meningkatkan kesejahteraan para petani ini seperti apa,” ucap Novita Hardini kepada Parlementaria. 

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penguatan ekonomi nasional harus dimulai dari daerah dan bertumpu pada kesejahteraan masyarakat di akar rumput. “Yang kaya itu harus dari kalangan bawah, dari masyarakat, dari para petani. Ini mesti menjadi PR besar untuk Indonesia,” tambahnya.

Hasil kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI ini akan didalami lebih lanjut dan menjadi bahan perumusan kebijakan dalam Rancangan Undang-Undang Kawasan Industri, guna memastikan industri pangan nasional berpihak pada petani, UMKM, dan pemerataan ekonomi.

Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Kemitraan Japfa Comfeed dengan Petani & UMKM Jadi Sorotan Komisi VII Novita Hardini
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Dukung Kongres II IKAPBN, BK DPR: Perkuat Analis APBN yang Profesional dan Independen

Maret 5, 2026

Ada 814 Lubang Tambang Terbuka di Kalsel, Mercy Barends: Tindak Tegas Pelanggarannya

Maret 5, 2026

Anak Penjual Nasi Goreng Dikeroyok 30 Orang, Abduh Pertanyakan Penegakan Hukum Kasus Arnendo

Maret 5, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Transformasi Digital TASPEN Sukses Cairkan 97 Persen Penerima THR dalam Waktu Singkat

Nasional Maret 6, 2026

PT TASPEN (Persero) mencatat rekor baru dalam pelayanan kepada pensiunan. Pada 2026, pembayaran Tunjangan Hari…

Dukung Kongres II IKAPBN, BK DPR: Perkuat Analis APBN yang Profesional dan Independen

Maret 5, 2026

Ada 814 Lubang Tambang Terbuka di Kalsel, Mercy Barends: Tindak Tegas Pelanggarannya

Maret 5, 2026

Anak Penjual Nasi Goreng Dikeroyok 30 Orang, Abduh Pertanyakan Penegakan Hukum Kasus Arnendo

Maret 5, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?