Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pemerintah Perlu Antisipasi Dampak Geopolitik terhadap Harga BBM

Maret 10, 2026

Dukung Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 Demi Lindungi Anak di Ruang Digital

Maret 9, 2026

Baleg Matangkan RUU Satu Data Indonesia, Serap Masukan Daerah di Padang

Maret 9, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Pemerintah Diminta Benahi Industri Kapal Nasional, Rycko Menoza: Transportasi Laut Jalan di Tempat
DPR

Pemerintah Diminta Benahi Industri Kapal Nasional, Rycko Menoza: Transportasi Laut Jalan di Tempat

RedaksiBy RedaksiDesember 6, 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Anggota Komisi VII DPR RI Rycko Menoza saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII ke PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (DKB) di Cirebon/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota Komisi VII DPR RI Rycko Menoza menegaskan bahwa pemerintah harus segera melakukan pembenahan menyeluruh terhadap industri perkapalan dan layanan transportasi laut nasional, yang dinilai tidak menunjukkan perkembangan berarti dari tahun ke tahun. Hal ini disampaikan saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII ke PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (DKB) di Cirebon.

Rycko menyoroti ketimpangan kemajuan sektor transportasi di Indonesia, di mana darat dan udara mengalami peningkatan signifikan, tetapi transportasi laut justru stagnan. “Transportasi darat semua sudah berbenah, mulai kereta api hingga jalan tol. Tetapi laut ini dari waktu ke waktu tidak menunjukkan kemajuan yang signifikan,” ujarnya saat diwawancarai koranmerdeka.co di Cirebon, Jawa Barat, Kamis (4/12/2025).

Ia menjelaskan bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan membutuhkan armada kapal yang kuat dan layak untuk mendukung mobilitas manusia dan barang. Namun, kenyataan di lapangan masih jauh dari ideal. “Saya ini pengguna rutin, hampir sebulan beberapa kali. Jalur penyeberangan Jawa–Sumatera masih banyak tantangan. Kapal yang harusnya empat, sering hanya dua karena kerusakan,” jelasnya 

Menurut Rycko, kondisi tersebut menunjukkan bahwa industri galangan kapal nasional belum diberdayakan secara optimal. Melalui kunjungan ini, Komisi VII mendorong pemerintah agar lebih memperhatikan industri perbaikan kapal, terutama yang melayani kebutuhan transportasi laut masyarakat. “Negara maritim harus punya industri kapal yang kuat. Pelayanan transportasi laut harus lebih baik dari waktu sebelumnya,” tegasnya.

Legislator Fraksi P-Golkar itu  juga menyoroti bahwa sebagian besar kapal yang diperbaiki di galangan seperti DKB justru milik pemerintah, terutama TNI, yang tidak memungkinkan perusahaan memperoleh margin keuntungan yang memadai. “Kalau mereka memperbaiki kapal baru, untungnya sedikit. Tapi kapal lama lebih besar. Namun hari ini yang diperbaiki banyak kapal pemerintah. Ke depan mereka perlu juga dapat porsi memperbaiki kapal-kapal swasta yang marginnya lebih baik,” ungkapnya. 

Tidak hanya itu, Rycko menilai sebaran galangan kapal nasional terlalu terpusat, terutama di wilayah Batam, sehingga daerah lain yang sangat membutuhkan akses perbaikan kapal menjadi terabaikan. “Untuk wilayah Sumatera saja kebanyakan hanya di Batam. Padahal Lampung, Kalimantan, dan banyak daerah lain sangat bergantung pada transportasi laut. Kita perlu penambahan galangan di berbagai provinsi,” ujarnya. 

Ia menambahkan, pembangunan galangan di daerah-daerah baru bukan sekadar soal infrastruktur, tetapi juga peningkatan pelayanan kapal secara menyeluruh. “Tidak hanya pelayanan, tetapi kebersihan, kecanggihan kapal juga harus dibenahi supaya kita tidak kalah bersaing dengan negara lain,” pungkas Rycko.

Komisi VII menegaskan akan mendorong pemerintah menghadirkan kebijakan strategis yang mampu menguatkan ekosistem industri maritim nasional, termasuk memperluas akses industri perbaikan kapal, memperbaiki standar layanan transportasi laut, dan meningkatkan daya saing nasional di sektor perkapalan. 

Anggota Komisi VII DPR RI DPR RI Pemerintah Diminta Benahi Industri Kapal Nasional Rycko Menoza
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Pemerintah Perlu Antisipasi Dampak Geopolitik terhadap Harga BBM

Maret 10, 2026

Dukung Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 Demi Lindungi Anak di Ruang Digital

Maret 9, 2026

Baleg Matangkan RUU Satu Data Indonesia, Serap Masukan Daerah di Padang

Maret 9, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Pemerintah Perlu Antisipasi Dampak Geopolitik terhadap Harga BBM

DPR Maret 10, 2026

Komisi VI DPR RI mengingatkan pemerintah untuk mengantisipasi dampak dinamika geopolitik global terhadap pasokan dan…

Dukung Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 Demi Lindungi Anak di Ruang Digital

Maret 9, 2026

Baleg Matangkan RUU Satu Data Indonesia, Serap Masukan Daerah di Padang

Maret 9, 2026

Martin Manurung Tekankan Pentingnya Penentuan Level Integrasi Data dalam RUU SDI

Maret 9, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?