Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pemerintah Perlu Antisipasi Dampak Geopolitik terhadap Harga BBM

Maret 10, 2026

Dukung Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 Demi Lindungi Anak di Ruang Digital

Maret 9, 2026

Baleg Matangkan RUU Satu Data Indonesia, Serap Masukan Daerah di Padang

Maret 9, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Tingginya Angka Inflasi Volatile Food di Jatim Harus Jadi Perhatian Serius Jelang Libur Nataru
DPR

Tingginya Angka Inflasi Volatile Food di Jatim Harus Jadi Perhatian Serius Jelang Libur Nataru

RedaksiBy RedaksiNovember 17, 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XI DPR RI dalam rangka memantau pengendalian inflasi di daerah,ke Surabaya, Jawa Timur/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino menyoroti tingginya inflasi dari volatile food di Jawa Timur yang tercatat berada di atas 5 persen. Menurutnya, angka inflasi yang tinggi tersebut perlu menjadi perhatian serius, terlebih menjelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang kerap memicu lonjakan kebutuhan masyarakat.

Diketahui, volatile food adalah inflasi atau harga pangan yang bergejolak, dipicu oleh berbagai faktor seperti musim panen, gangguan alam, dan perkembangan harga komoditas pangan domestik maupun internasional. Contohnya adalah kenaikan harga cabai merah dan telur ayam ras yang sering menjadi penyumbang inflasi, serta fluktuasi harga komoditas lain seperti bawang merah dan daging ayam ras.

Harris menilai berbagai program peningkatan produktivitas yang dipaparkan Bank Indonesia belum terlihat menyeluruh di seluruh wilayah. Hal tersebut disampaikannya saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XI DPR RI dalam rangka memantau pengendalian inflasi di daerah,ke Surabaya, Jawa Timur, Jumat (14/11/2025),

“Untuk Jawa Timur ini ada temuan yang menarik ya, bahwa inflasi untuk volatile food ini di atas 5 persen. Ini satu angka yang cukup tinggi, walaupun tadi Bank Indonesia sudah memaparkan banyak program-program yang dilakukan,” ujar Harris kepada koranmerdeka.co.

Harris menyoroti salah satu program klaster peningkatan produktivitas yang dilaporkan Bank Indonesia, khususnya terkait peningkatan produktivitas padi di Kabupaten Ngawi dari 5,5 ton menjadi 8,3 ton per hektare. Namun, ia menilai penyajiannya belum cukup komprehensif.

“Yang jadi persoalan adalah Bank Indonesia hanya memaparkan kenaikan produktivitas padi di satu daerah, yaitu Ngawi. Daerah lain seperti apa datanya? Lalu, berapa persentase dari seluruh luas tanam yang sudah tersentuh program BI? Angkanya kemungkinan masih kecil, sehingga ini menjadi catatan,” tegasnya.

Terkait kesiapan menghadapi momentum Nataru, Harris menekankan pentingnya langkah antisipatif yang lebih konkret. Menurutnya, kebijakan generik tidak cukup untuk menghadapi potensi gangguan pasokan atau cuaca ekstrem yang dapat memicu gejolak harga.

“Ini menjelang Nataru. Antisipasinya seperti apa supaya volatile goods bisa dijaga? Jangan hanya hal-hal generik. Kalau terjadi gangguan pasok atau cuaca, harus ada langkah yang jelas,” kata Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

Meski data pemerintah menunjukkan stok pangan berlimpah, Harris menilai kondisi di lapangan tidak mencerminkan hal tersebut. Harga beras, ungkapnya, justru terus mengalami kenaikan.

“Padahal kelihatannya stok berlimpah. Faktanya harganya naik terus. Harga beras sudah di atas Rp12.800. Walaupun data Kementerian Pertanian menyebut kita kelebihan dan bahkan akan impor, di banyak daerah justru mengalami kekurangan,” jelasnya.

Harris menyampaikan bahwa Komisi XI akan mempelajari lebih lanjut temuan-temuan tersebut sebagai bahan untuk merumuskan solusi. Ia menekankan pentingnya pemerataan distribusi jika pasokan memang tersedia.

“Nanti kita akan pelajari dan kita akan bicara mencari solusinya. Kalau memang pasokannya lebih, posisinya ada di mana? Apakah ada di Bulog atau di mana? Distribusinya harus merata,” ujar Harris.

Lebih lanjut, ia menilai operasi pasar bukan kebijakan yang mampu memberikan stabilisasi jangka panjang. Kebijakan tersebut, menurutnya, hanya menurunkan harga sementara di lokasi tertentu.

“Operasi pasar hanya memadamkan ketegangan sesaat dan hanya lokal di satu daerah. Kalau yang sifatnya sustainable, itu tidak bisa dilaksanakan hanya dengan operasi pasar,” tutup Harris.

Anggota Komisi XI DPR RI DPR RI Harris Turino Tingginya Angka Inflasi Volatile Food di Jatim Harus Jadi Perhatian Serius Jelang Libur Nataru
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Pemerintah Perlu Antisipasi Dampak Geopolitik terhadap Harga BBM

Maret 10, 2026

Dukung Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 Demi Lindungi Anak di Ruang Digital

Maret 9, 2026

Baleg Matangkan RUU Satu Data Indonesia, Serap Masukan Daerah di Padang

Maret 9, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Pemerintah Perlu Antisipasi Dampak Geopolitik terhadap Harga BBM

DPR Maret 10, 2026

Komisi VI DPR RI mengingatkan pemerintah untuk mengantisipasi dampak dinamika geopolitik global terhadap pasokan dan…

Dukung Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 Demi Lindungi Anak di Ruang Digital

Maret 9, 2026

Baleg Matangkan RUU Satu Data Indonesia, Serap Masukan Daerah di Padang

Maret 9, 2026

Martin Manurung Tekankan Pentingnya Penentuan Level Integrasi Data dalam RUU SDI

Maret 9, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?