Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Transformasi Digital TASPEN Sukses Cairkan 97 Persen Penerima THR dalam Waktu Singkat

Maret 6, 2026

Dukung Kongres II IKAPBN, BK DPR: Perkuat Analis APBN yang Profesional dan Independen

Maret 5, 2026

Ada 814 Lubang Tambang Terbuka di Kalsel, Mercy Barends: Tindak Tegas Pelanggarannya

Maret 5, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Nasim Khan Dorong Tembakau Jadi Komoditas Strategis Penerima Subsidi Pupuk
DPR

Nasim Khan Dorong Tembakau Jadi Komoditas Strategis Penerima Subsidi Pupuk

RedaksiBy RedaksiNovember 14, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Anggota Komisi VI DPR RI Nasim Khan/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota Komisi VI DPR RI Nasim Khan menegaskan pentingnya pengakuan sektor tembakau sebagai komoditas strategis nasional yang layak menerima subsidi pupuk. Menurutnya, tembakau telah memberikan kontribusi nyata dan berkelanjutan terhadap perekonomian nasional, baik dari sisi penerimaan negara, penyerapan tenaga kerja, maupun penggerak ekonomi daerah.

“Dengan kontribusi fiskal yang besar, daya serap tenaga kerja yang luas, serta peran strategis dalam menjaga ekonomi pedesaan, tembakau tidak hanya penting bagi petani, tetapi juga bagi stabilitas ekonomi nasional. Karena itu, menetapkannya sebagai penerima subsidi pupuk bukan langkah populis, melainkan kebijakan yang rasional dan berkeadilan,” ujar Nasim Khan dalam rilis yang diterima koranmerdeka.co, di Jakarta, Jumat (14/11/2025).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menjelaskan, sektor tembakau memberikan dampak ekonomi langsung kepada lebih dari 2,3 juta keluarga petani yang tersebar di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Barat.

Sementara industri rokok sebagai hilir dari rantai tembakau bahkan menyerap sekitar 6 juta tenaga kerja, mencakup pekerja pabrik, buruh linting, tenaga logistik, hingga pelaku UMKM di sektor ritel dan distribusi.

“Multiplier effect-nya luar biasa besar. Sektor ini bukan hanya tentang komoditas, tapi tentang keberlangsungan jutaan keluarga di pedesaan,” tegasnya.

Oleh karena itu, Nasim Khan mendorong pemerintah untuk menetapkan tembakau sebagai komoditas prioritas penerima subsidi pupuk melalui revisi regulasi pupuk bersubsidi tahun berjalan. Selain itu, ia juga mengusulkan agar program Pemberdayaan Petani Rakyat (Pubers) tahun anggaran 2026 diintegrasikan untuk memastikan distribusi pupuk subsidi tepat sasaran bagi petani tembakau.

“Subsidi pupuk untuk petani tembakau adalah bentuk efisiensi fiskal. Ini bukan beban baru, melainkan investasi balik atas kontribusi besar cukai terhadap APBN,” tambahnya.

Dengan berbagai kontribusi tersebut, Nasim Khan menilai sudah saatnya kebijakan pertanian nasional memberikan perhatian yang proporsional kepada petani tembakau.

“Kita tidak bisa terus-menerus memandang tembakau dari sisi negatif semata. Ada jutaan penghidupan yang bergantung di dalamnya. Jika sektor ini runtuh, ekonomi pedesaan ikut terguncang,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pada tahun 2025, pemerintah menargetkan penerimaan dari Cukai Hasil Tembakau (CHT) sebesar Rp230,09 triliun, menjadikannya salah satu penyumbang terbesar pendapatan dalam negeri di luar pajak migas.

Hingga Mei 2025, realisasi penerimaan mencapai Rp87 triliun atau sekitar 37,8 persen dari target, dengan tren pertumbuhan positif dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain kontribusi dari cukai, ekspor tembakau juga menjadi sumber devisa penting bagi negara. Nilai perdagangan daun tembakau dan produk olahannya terus meningkat, memperkuat posisi neraca perdagangan nasional dan memperluas dampak ekonomi hingga tingkat daerah.

Anggota Komisi VI DPR RI DPR RI Nasim Khan Nasim Khan Dorong Tembakau Jadi Komoditas Strategis Penerima Subsidi Pupuk
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Dukung Kongres II IKAPBN, BK DPR: Perkuat Analis APBN yang Profesional dan Independen

Maret 5, 2026

Ada 814 Lubang Tambang Terbuka di Kalsel, Mercy Barends: Tindak Tegas Pelanggarannya

Maret 5, 2026

Anak Penjual Nasi Goreng Dikeroyok 30 Orang, Abduh Pertanyakan Penegakan Hukum Kasus Arnendo

Maret 5, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Transformasi Digital TASPEN Sukses Cairkan 97 Persen Penerima THR dalam Waktu Singkat

Nasional Maret 6, 2026

PT TASPEN (Persero) mencatat rekor baru dalam pelayanan kepada pensiunan. Pada 2026, pembayaran Tunjangan Hari…

Dukung Kongres II IKAPBN, BK DPR: Perkuat Analis APBN yang Profesional dan Independen

Maret 5, 2026

Ada 814 Lubang Tambang Terbuka di Kalsel, Mercy Barends: Tindak Tegas Pelanggarannya

Maret 5, 2026

Anak Penjual Nasi Goreng Dikeroyok 30 Orang, Abduh Pertanyakan Penegakan Hukum Kasus Arnendo

Maret 5, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?