Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Transformasi Digital TASPEN Sukses Cairkan 97 Persen Penerima THR dalam Waktu Singkat

Maret 6, 2026

Dukung Kongres II IKAPBN, BK DPR: Perkuat Analis APBN yang Profesional dan Independen

Maret 5, 2026

Ada 814 Lubang Tambang Terbuka di Kalsel, Mercy Barends: Tindak Tegas Pelanggarannya

Maret 5, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»PMK Menyebar, Peternak Sapi Perah Boyolali Butuh Pendampingan dan Motivasi dari Pemerintah
DPR

PMK Menyebar, Peternak Sapi Perah Boyolali Butuh Pendampingan dan Motivasi dari Pemerintah

RedaksiBy RedaksiNovember 8, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan (kiri) saat kunjungan kerja Komisi IV DPR RI di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan menegaskan pentingnya perhatian serius pemerintah dalam mengatasi dampak akibat kasus penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) yang terjadi beberapa waktu lalu, serta memperkuat upaya swasembada susu nasional.

Johan mengatakan, penanganan dampak akibat kasus PMK bukanlah hal yang mudah dan membutuhkan waktu panjang. Karena itu, pemerintah diminta untuk lebih konsisten dalam menjaga keberlangsungan stok nasional, khususnya dalam upaya memenuhi kebutuhan susu.

“Soal dampak akibat PMK ini tidak semudah membalik telapak tangan. Kalau sudah terjangkit di satu daerah, butuh waktu yang panjang. Pemerintah harus konsen agar kemampuan kita dari stok nasional tetap terjaga,” ujar Johan saat kunjungan kerja Komisi IV DPR RI di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (7/11/2025).

Ia juga menyoroti pentingnya dukungan moral dan teknis bagi para peternak yang terdampak kasus PMK agar mereka tidak kehilangan semangat. Menurutnya, pendampingan dan motivasi dari pemerintah sangat dibutuhkan agar petani dan peternak tetap mau memelihara sapi.

“Kalau petani (dan peternak) menyerah, maka kita akan terus-terusan impor (daging spi),” tegasnya.

Lebih lanjut, Johan menjelaskan bahwa kebutuhan susu nasional saat ini baru dapat dipenuhi sekitar 20 hingga 25 persen dari produksi dalam negeri. Sisanya, sekitar 75 hingga 80 persen, masih dipenuhi melalui impor. Karena itu, ia menilai program pemerintah untuk mendatangkan indukan sapi perah perlu mendapat dukungan.

“Swasembada susu masih jauh. Jadi apa yang dilakukan pemerintah dengan mendatangkan indukan sapi perah harus kita dukung, karena kebutuhan nasional belum bisa kita penuhi,” katanya.

Namun, Johan memberi catatan penting agar program tersebut memiliki target yang jelas, termasuk penyiapan tenaga terampil dan ahli di bidang sapi perah, serta adanya transfer teknologi dari negara mitra impor.

Dalam kesempatan yang sama, Johan juga memberikan apresiasi terhadap UD Pramono di Boyolali yang telah berkontribusi pada penyediaan produk susu lokal. Menurutnya, inovasi kemasan berbentuk bantal yang dikembangkan UD Pramono merupakan langkah positif untuk memperluas distribusi produk susu nasional.

“UD Pramono ini adalah salah satu bentuk kontribusi anak bangsa terhadap program kita. Namun, harus didampingi ahli gizi dan tenaga kesehatan agar produk yang dihasilkan memenuhi standar kesehatan dan sterilisasi,” jelasnya.

Johan menekankan bahwa dukungan terhadap pelaku usaha lokal seperti UD Pramono bukan hanya sebatas serapan aspirasi, tetapi juga harus dibarengi dengan pengawasan kualitas dan keamanan produk.

“Dukungan kita harus disertai pendampingan agar produk susu yang dihasilkan tidak rusak dan benar-benar bermanfaat untuk menambah asupan protein hewani anak-anak kita,” tutup Politisi Fraksi PKS ini.

Anggota Komisi IV DPR RI DPR RI Johan Rosihan Peternak Sapi Perah Boyolali Butuh Pendampingan dan Motivasi dari Pemerintah
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Dukung Kongres II IKAPBN, BK DPR: Perkuat Analis APBN yang Profesional dan Independen

Maret 5, 2026

Ada 814 Lubang Tambang Terbuka di Kalsel, Mercy Barends: Tindak Tegas Pelanggarannya

Maret 5, 2026

Anak Penjual Nasi Goreng Dikeroyok 30 Orang, Abduh Pertanyakan Penegakan Hukum Kasus Arnendo

Maret 5, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Transformasi Digital TASPEN Sukses Cairkan 97 Persen Penerima THR dalam Waktu Singkat

Nasional Maret 6, 2026

PT TASPEN (Persero) mencatat rekor baru dalam pelayanan kepada pensiunan. Pada 2026, pembayaran Tunjangan Hari…

Dukung Kongres II IKAPBN, BK DPR: Perkuat Analis APBN yang Profesional dan Independen

Maret 5, 2026

Ada 814 Lubang Tambang Terbuka di Kalsel, Mercy Barends: Tindak Tegas Pelanggarannya

Maret 5, 2026

Anak Penjual Nasi Goreng Dikeroyok 30 Orang, Abduh Pertanyakan Penegakan Hukum Kasus Arnendo

Maret 5, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?