Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Dukung Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 Demi Lindungi Anak di Ruang Digital

Maret 9, 2026

Baleg Matangkan RUU Satu Data Indonesia, Serap Masukan Daerah di Padang

Maret 9, 2026

Martin Manurung Tekankan Pentingnya Penentuan Level Integrasi Data dalam RUU SDI

Maret 9, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Ravindra Airlangga Yakin ASEAN Jadi Pusat Inovasi dan Investasi di Kawasan Indo-Pasifik
DPR

Ravindra Airlangga Yakin ASEAN Jadi Pusat Inovasi dan Investasi di Kawasan Indo-Pasifik

RedaksiBy RedaksiNovember 5, 2025Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Ravindra Airlangga/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Ravindra Airlangga, menilai kawasan ASEAN saat ini bukan hanya sebagai pasar besar, melainkan juga pusat inovasi dan investasi di kawasan Indo-Pasifik.

Penilaian Ravindra tersebut berdasarkan beberapa hal. Di antaranya dari jumlah populasi, di mana kawasan ASEAN saat ini dihuni oleh sekitar 692 juta jiwa dan menyumbang 7,3 persen dari PDB global. Angka itu ver kontribusi hampir 8,8 persen terhadap pertumbuhan ekonomi dunia dalam dekade terakhir (World Economics, 2025).

Menurut Ravindra, total PDB kolektif ASEAN telah melampaui US $4 triliun, sehingga menjadikannya ekonomi ke-4 terbesar di dunia, yang tumbuh sekitar 25 persen lebih cepat dari rata-rata global (IMF, 2025).

“Faktor seperti digitalisasi, integrasi ekonomi, dan bonus demografi (by 2030 third supplier of labor)  menjadikan ASEAN bukan hanya pasar besar, melainkan juga pusat inovasi dan investasi di kawasan Indo-Pasifik,” papar Ravindra lewat keterangannya kepada koranmerdeka.co di Jakarta, Selasa (4/11/2025).

Penilaian Ravindra tersebut sejalan dengan Prof. Kishore Mahbubani yang juga menyebut ASEAN sebagai suatu miracle atau keajaiban. Hal itu karena pasca 50 tahun terbentuk, ASEAN mampu terhindar dari konflik serius yang melibatkan antarnegara dibandingkan blok blok  regional lainnya. Prof Kishore, tambah Ravindra, menilai fenomensen ini mengejutkan karena populasi ASEAN memiliki extreme diversity  dari segi latar belakang budaya, kepercayaan dan cara pandang hidupnya.

“Hal ini tentu salah satunya berkat Treaty of Amity and Cooperation (TAC) yang ditandatangani 1976  di Bali. Di mana terdapat  nilai nilai organisasi ASEAN  yang berdasarkan pembangunan konsensus, penghindaran use of force,  penghormatan terhadap kedaulatan bangsa bangsa. TAC harus terus menjadi pedoman hubungan antara negara ASEAN dan mitranya, apalagi di era Geopolitik yang semakin tak menentu,” jelas politisi Partai Golkar ini.

Seperti diketahui, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono pada KTT menyatakan  bahwa ulang tahun TAC ke-50 pada 2026 adalah momentum penting untuk meneguhkan kembali nilai nilai ASEAN, yaitu perdamaian , stabilitas dan kerjasama kawasan. “Beliau mengapresiasi kepemimpinan Malaysia dalam memfasilitasi gencatan senjata Thailand Kamboja,” kata Ravindra.

Indonesia juga mengapresiasi komitmen keduanya untuk menyelesaikan perbedaan melalui dialog dan konsultasi. Penandatanganan ini turut disaksikan dan mendapat dukungan positif oleh  Presiden AS Trump.

Terkait Myanmar, Indonesia Dan ASEAN terus mendorong implementasi 5-PC sebagai kebijakan utamanya. Karena itu, terlaksananya 5-PC membutuhkan peran aktif dari Myanmar sebagai negara berdaulat, sesuai prinsip TAC.

ASEAN juga menjaga hubungan baik dengan berbagai poros geopolitik dan  menjadi platform  yang terpercaya bagi berbagai negara tersebut, khususnya China, US, Russia, Japan, India dan EU, untuk melaksanakan dialog serta kerja sama. Data menunjukkan misalnya  perdagangan ASEAN dengan China meningkat sekitar 15 persen dan dengan AS naik 12 persen pada tahun 2024.

“Indonesia sebagai penggagas dan yang menyumbang hampir setengah dari populasi ASEAN dan juga lebih dari sepertiga PDB ASEAN, tentu memiliki peran yang signifikan di dalam menentukan langkah bersama ASEAN,” tandas Ravindra.

Berkat dorongan Indonesia dan dukungan ASEAN secara keseluruhan, ASEAN telah mencapai kesepakatan substansial pada ASEAN-DEFA pada KTT Digital Economy Framework Agreement (DEFA) yang terkait dengan perjanjian komprehensif pertama di bidang digital, guna membentuk integrated digital ekonomi di kawasan ASEAN.

Cakupanya meliputi kerja sama dalam keamanan siber, electronic payments, perlindungan source code dan cross border payment. DEFA diperkirakan akan memberikan kontribusi hingga USD366 juta Dollar pada PDB ASEAN di tahun 2030.

RCEP yang diinisiasi pada KTT Bali dan ditandatangani pada KTT ASEAN 2020 akan diimplementasikan secara bertahap sehingga menjadi perjanjian perdagangan bebas yang terbesar di Dunia, den gak melibatkan sepuluh  negara ASEAN dan enam  negara mitra (Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru dan India.

“RCEP mewakili 29.6% penduduk dunia dan 30,2% PDB,” ujarnya.

Sementara itu, menurut Kementerian Perdagangan, dengan hadirnya RCEP potensi ekspor Indonesia diproyeksikan  meningkat 21 kalo lebih tinggi dibanding apabila tidak bergabung RCEP pada 2040.

Dalam KTT Asean ke 13 Presiden Trump memberikan apresiasi terhadap Indonesia, Malaysia dan juga Brunei atas peran serta negara negara ASEAN dalam upaya memujudkan perdamaian di Timur Tengah.

DPR RI Ravindra Airlangga Ravindra Airlangga Yakin ASEAN Jadi Pusat Inovasi dan Investasi di Kawasan Indo-Pasifik Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Dukung Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 Demi Lindungi Anak di Ruang Digital

Maret 9, 2026

Baleg Matangkan RUU Satu Data Indonesia, Serap Masukan Daerah di Padang

Maret 9, 2026

Martin Manurung Tekankan Pentingnya Penentuan Level Integrasi Data dalam RUU SDI

Maret 9, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Dukung Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 Demi Lindungi Anak di Ruang Digital

DPR Maret 9, 2026

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian, menyatakan dukungannya terhadap penerbitan Peraturan Menteri Komunikasi dan…

Baleg Matangkan RUU Satu Data Indonesia, Serap Masukan Daerah di Padang

Maret 9, 2026

Martin Manurung Tekankan Pentingnya Penentuan Level Integrasi Data dalam RUU SDI

Maret 9, 2026

Daya Saing Industri Makanan-Minuman Perlu Dukungan Energi, SDM, dan Bahan Baku

Maret 9, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?