Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Transformasi Digital TASPEN Sukses Cairkan 97 Persen Penerima THR dalam Waktu Singkat

Maret 6, 2026

Dukung Kongres II IKAPBN, BK DPR: Perkuat Analis APBN yang Profesional dan Independen

Maret 5, 2026

Ada 814 Lubang Tambang Terbuka di Kalsel, Mercy Barends: Tindak Tegas Pelanggarannya

Maret 5, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Sukamta Minta Pemerintah RI Galang Dukungan Negara OKI Demi Perdamaian Sudan
DPR

Sukamta Minta Pemerintah RI Galang Dukungan Negara OKI Demi Perdamaian Sudan

RedaksiBy RedaksiNovember 4, 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menyampaikan keprihatinannya atas situasi kemanusiaan di Sudan yang kian memburuk. Konflik antara militer dan pasukan paramiliter di negara itu telah menewaskan ribuan warga sipil dan memaksa jutaan orang mengungsi.


Data terakhir menunjukkan sekitar 1.500 orang tewas dan puluhan ribu warga melarikan diri dari Kota El Fasher, Darfur Utara, setelah wilayah tersebut dikuasai kelompok Pasukan Dukungan Cepat (RSF). Situasi ini disebut Sukamta sebagai tragedi yang membutuhkan perhatian serius dunia internasional, termasuk Indonesia.


Perang saudara di Sudan kembali menjadi sorotan global setelah bentrokan antara militer di bawah pimpinan Jenderal Abdel Fattah Al-Burhan dan pasukan Rapid Support Forces (RSF) yang dipimpin Letjen Mohamed Hamdan Dagalo atau Hemedti berubah menjadi konflik besar. Dua jenderal yang dahulu bersekutu itu kini saling berebut kekuasaan dan menghancurkan kota demi kota.


Pasca pengepungan selama 18 bulan, RSF berhasil merebut El-Fasher pada akhir Oktober 2025. Kota berpenduduk lebih dari satu juta jiwa itu terisolasi dari bantuan makanan dan obat-obatan, memaksa warga bertahan hidup dari pakan ternak. Laporan dari Sudan Doctors Network dan Al Jazeera menyebut sedikitnya 1.500 hingga 2.000 orang tewas dalam beberapa hari setelah kota tersebut jatuh ke tangan RSF.


Selain itu, lebih dari 26.000 orang melarikan diri ke kota Tawila, sementara 177.000 lainnya masih terjebak di El Fasher tanpa akses bantuan. Citra satelit dari Yale Humanitarian Research Lab bahkan menunjukkan tanda-tanda genosida berupa gundukan besar yang diduga berisi mayat dan genangan darah di sekitar kota.


Sukamta menilai, situasi kali ini lebih kompleks karena konflik melibatkan dua kekuatan bersenjata yang sama-sama berpengaruh. Ia menegaskan perlunya langkah serius dari dunia internasional untuk mendorong gencatan senjata dan menghentikan kekerasan yang menargetkan warga sipil.


“Mereka dulu bersekutu, memiliki kekuatan militer yang berimbang, sementara dalam dua tahun konflik kedua belah pihak terus meningkatkan propaganda kebencian identitas dan kesukuan,” ungkap Sukamta dalam keterangan persnya, Selasa (4/11/2025).


Pimpinan Komisi I DPR RI yang membidangi pertahanan dan hubungan luar negeri itu melihat peluang bagi beberapa negara untuk mengambil peran diplomatik dalam meredakan ketegangan. “Selain kedua negara tersebut, tentu Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) punya tanggung jawab moral untuk menghentikan segera konflik di Sudan. Sudan yang mayoritas penduduknya muslim merupakan anggota OKI,” pungkas Legislator dari Dapil Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu.


Menurut Sukamta, Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi dapat berperan lebih besar dalam memberi tekanan kepada pihak-pihak yang berkonflik, mengingat hubungan kedua negara tersebut dengan militer dan kelompok paramiliter Sudan. Lebih jauh, Sukamta berharap Indonesia dapat memanfaatkan perannya sebagai negara anggota OKI untuk mendorong inisiatif diplomatik yang konkret.


“Saya berharap Pemerintah Indonesia bisa mendorong OKI untuk segera lakukan pertemuan darurat membahas upaya penghentian konflik di Sudan,” pungkas Sukamta.

DPR RI Sukamta Sukamta Minta Pemerintah RI Galang Dukungan Negara OKI Demi Perdamaian Sudan Wakil Ketua Komisi I DPR RI
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Dukung Kongres II IKAPBN, BK DPR: Perkuat Analis APBN yang Profesional dan Independen

Maret 5, 2026

Ada 814 Lubang Tambang Terbuka di Kalsel, Mercy Barends: Tindak Tegas Pelanggarannya

Maret 5, 2026

Anak Penjual Nasi Goreng Dikeroyok 30 Orang, Abduh Pertanyakan Penegakan Hukum Kasus Arnendo

Maret 5, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Transformasi Digital TASPEN Sukses Cairkan 97 Persen Penerima THR dalam Waktu Singkat

Nasional Maret 6, 2026

PT TASPEN (Persero) mencatat rekor baru dalam pelayanan kepada pensiunan. Pada 2026, pembayaran Tunjangan Hari…

Dukung Kongres II IKAPBN, BK DPR: Perkuat Analis APBN yang Profesional dan Independen

Maret 5, 2026

Ada 814 Lubang Tambang Terbuka di Kalsel, Mercy Barends: Tindak Tegas Pelanggarannya

Maret 5, 2026

Anak Penjual Nasi Goreng Dikeroyok 30 Orang, Abduh Pertanyakan Penegakan Hukum Kasus Arnendo

Maret 5, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?