Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pemerintah Perlu Antisipasi Dampak Geopolitik terhadap Harga BBM

Maret 10, 2026

Dukung Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 Demi Lindungi Anak di Ruang Digital

Maret 9, 2026

Baleg Matangkan RUU Satu Data Indonesia, Serap Masukan Daerah di Padang

Maret 9, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Putih Sari Dorong Kolaborasi Pemda, SPPG, dan Sekolah Wujudkan MBG di Aceh
DPR

Putih Sari Dorong Kolaborasi Pemda, SPPG, dan Sekolah Wujudkan MBG di Aceh

RedaksiBy RedaksiOktober 8, 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Putih Sari, bersama tim saat peninjauan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Aceh/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Putih Sari, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan satuan pendidikan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini disampaikan saat kunjungan kerja reses Komisi IX DPR ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Aceh, pada Selasa (07/10).


Menurut Putih Sari, keberhasilan program makan bergizi gratis tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan anggaran atau bahan pangan, tetapi juga oleh keterlibatan aktif sekolah dan pemerintah daerah dalam memastikan distribusi serta konsumsi makanan bergizi berjalan optimal di setiap wilayah.


“Program makan bergizi gratis ini masih baru, dan pelibatan pemerintah daerah juga baru dimulai. Karena itu, koordinasinya masih rendah. Nah, kita dorong supaya tata kelola program ini makin baik dengan pelibatan sekolah, daerah, dan SPPG,” ujar Putih Sari.


Ia menjelaskan bahwa model pelaksanaan program dapat dilakukan secara fleksibel atau hybrid, menyesuaikan dengan kondisi wilayah dan kemampuan infrastruktur daerah. Pendekatan ini dinilai efektif untuk menjangkau daerah-daerah yang memiliki keterbatasan akses dan jarak tempuh.


“Pelibatan sekolah bisa dilakukan secara hybrid, menyesuaikan kondisi kewilayahan. Kalau memang sulit dijangkau, maka sekolah bisa menjadi mitra aktif dalam penyaluran dan pengawasan program,” jelasnya.

Putih Sari juga menyampaikan bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) membuka peluang kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan pihak sekolah, lembaga kesehatan, dan pemerintah daerah, untuk memastikan setiap anak mendapatkan makanan bergizi yang layak setiap hari.


“Badan Gizi Nasional membuka peluang kolaborasi untuk wilayah-wilayah tertentu bersama sekolah-sekolah, terutama yang memiliki tantangan geografis. Ini penting agar program benar-benar menyentuh anak-anak yang membutuhkan,” tambahnya.


Selain itu, ia menegaskan perlunya pemetaan kebutuhan di setiap daerah agar pelaksanaan program dapat disesuaikan. Ada daerah yang memerlukan dukungan sarana dan prasarana dapur sehat, sementara daerah lain membutuhkan alat kesehatan atau logistik pendukung.


“Kebutuhan setiap wilayah berbeda. Ada yang butuh sarana prasarana, ada yang butuh alat kesehatan. Karena itu, kolaborasi ini juga harus disertai perencanaan matang agar bantuan dari pemerintah pusat bisa tepat guna,” terangnya.


Lebih jauh, Putih Sari menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dan sekolah merupakan kunci sukses pemerataan gizi nasional, sejalan dengan visi pemerintah untuk meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda Indonesia.


“Kami berharap pemerintah daerah dan sekolah bisa bersinergi dengan baik. Dengan kolaborasi yang kuat, program makan bergizi gratis bisa berjalan efektif dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh anak-anak,” pungkasnya.


Kunjungan Komisi IX ke Aceh menjadi bagian dari agenda pengawasan implementasi program prioritas nasional di bidang kesehatan. Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan salah satu agenda utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk menekan masalah gizi buruk dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia dini.

DPR RI pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan satuan pendidikan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) Putih Sari Wakil Ketua Komisi IX DPR RI
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Pemerintah Perlu Antisipasi Dampak Geopolitik terhadap Harga BBM

Maret 10, 2026

Dukung Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 Demi Lindungi Anak di Ruang Digital

Maret 9, 2026

Baleg Matangkan RUU Satu Data Indonesia, Serap Masukan Daerah di Padang

Maret 9, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Pemerintah Perlu Antisipasi Dampak Geopolitik terhadap Harga BBM

DPR Maret 10, 2026

Komisi VI DPR RI mengingatkan pemerintah untuk mengantisipasi dampak dinamika geopolitik global terhadap pasokan dan…

Dukung Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 Demi Lindungi Anak di Ruang Digital

Maret 9, 2026

Baleg Matangkan RUU Satu Data Indonesia, Serap Masukan Daerah di Padang

Maret 9, 2026

Martin Manurung Tekankan Pentingnya Penentuan Level Integrasi Data dalam RUU SDI

Maret 9, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?