Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pemerintah Perlu Antisipasi Dampak Geopolitik terhadap Harga BBM

Maret 10, 2026

Dukung Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 Demi Lindungi Anak di Ruang Digital

Maret 9, 2026

Baleg Matangkan RUU Satu Data Indonesia, Serap Masukan Daerah di Padang

Maret 9, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Peringkat Daya Saing Industri Anjlok ke Posisi 40, Pemerintah Harus Bertindak Cepat
DPR

Peringkat Daya Saing Industri Anjlok ke Posisi 40, Pemerintah Harus Bertindak Cepat

RedaksiBy RedaksiAgustus 29, 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, saat melakukan kunjungan kerja spesifik Panja Daya Saing Industri Komisi VII DPR RI ke CV Sinar Baja Electric, di Surabaya, Jawa Timur/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, menyoroti berbagai tantangan yang menghambat kemajuan industri nasional, mulai dari masalah impor bahan baku hingga ketidakpastian kebijakan pemerintah. Menurut Novita, beberapa kendala ini berpotensi mengancam daya saing industri dalam negeri dan bahkan membuat peringkat daya saing Indonesia merosot tajam.


Ditemui Parlementaria usai melakukan kunjungan kerja spesifik Panja Daya Saing Industri Komisi VII DPR RI ke CV Sinar Baja Electric, Novita menjelaskan bahwa salah satu masalah utama yang dihadapi oleh produsen pengeras suara terbesar di Indonesia ini adalah importasi bahan baku.


“Ada beberapa bahan baku yang notabene sudah mampu diproduksi di dalam negeri, tapi ada beberapa bahan baku yang tidak bisa diproduksi di dalam negeri,” ujarnya. Ia mencontohkan, bahan baku seperti tanah jarang (rare earth) dan beberapa bahan untuk kertas masih harus diimpor dari Kanada.


Novita menambahkan bahwa harga barang impor yang fluktuatif akibat persaingan ekonomi global menjadi beban berat bagi perusahaan. “Harga barang impor ini sangat fluktuatif mengingat persaingan ekonomi global kita hari ini yang tentu dapat menekan margin dari perusahaan ini,” katanya di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (28/8/2025).


Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini menekankan bahwa gabungan dari beberapa faktor, seperti harga impor yang fluktuatif, ketidakpastian pasar domestik, dan kebijakan pemerintah yang sering berubah-ubah, telah memberikan “hantaman besar” bagi industri nasional. Bahkan data terbaru menunjukkan bahwa peringkat daya saing industri Indonesia anjlok dari peringkat 13 menjadi 40. “Ini hantaman besar bagi pemerintah kita, bagi Republik Indonesia,” tegasnya.


Untuk mengatasi kemerosotan ini, Novita mengusulkan tiga langkah penting yang harus segera dilakukan pemerintah. Pertama adalah fokus pada produk lokal. Novita menekankan pentingnya transparansi dalam pemilihan produk yang sudah terdaftar di e-katalog. “Kita harus benar-benar fokus, disiplin, berani untuk memilih produk lokal, kembali pada tujuannya,” katanya. 


Kedua adalah insentif fiskal. Pemerintah dijelaskan Novita, harus memberikan insentif fiskal kepada industri, terutama yang berfokus pada produksi dalam negeri. “Kita harus memfasilitasi beberapa insentif-insentif fiskal kepada industri-industri, utamanya yang memang fokus pada produksi dalam negeri, mulai dari bahan baku hulu hingga ke hilirnya,” jelasnya.


Ketiga adalah bantuan pemasaran. Ia berharap pemerintah dapat memfasilitasi pelaku usaha untuk bersaing di pasar domestik maupun global. Novita menyebut bahwa pemerintah wajib membantu pemasaran produk-produk industri lokal melalui acara-acara yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun ajang internasional.


Terakhir, Legislator dapil Jawa Timur VII ini juga menekankan bahwa stabilitas regulasi adalah kunci utama dalam menjaga daya saing industri dalam negeri. “Yang paling penting, kebijakan regulasi yang tidak boleh berubah-ubah. Ini paling dibutuhkan oleh pelaku usaha industri kita,” pungkasnya. 

Anggota Komisi VII DPR RI DPR RI Novita Hardini Peringkat Daya Saing Industri Anjlok ke Posisi 40
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Pemerintah Perlu Antisipasi Dampak Geopolitik terhadap Harga BBM

Maret 10, 2026

Dukung Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 Demi Lindungi Anak di Ruang Digital

Maret 9, 2026

Baleg Matangkan RUU Satu Data Indonesia, Serap Masukan Daerah di Padang

Maret 9, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Pemerintah Perlu Antisipasi Dampak Geopolitik terhadap Harga BBM

DPR Maret 10, 2026

Komisi VI DPR RI mengingatkan pemerintah untuk mengantisipasi dampak dinamika geopolitik global terhadap pasokan dan…

Dukung Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 Demi Lindungi Anak di Ruang Digital

Maret 9, 2026

Baleg Matangkan RUU Satu Data Indonesia, Serap Masukan Daerah di Padang

Maret 9, 2026

Martin Manurung Tekankan Pentingnya Penentuan Level Integrasi Data dalam RUU SDI

Maret 9, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?