Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Transformasi Digital TASPEN Sukses Cairkan 97 Persen Penerima THR dalam Waktu Singkat

Maret 6, 2026

Dukung Kongres II IKAPBN, BK DPR: Perkuat Analis APBN yang Profesional dan Independen

Maret 5, 2026

Ada 814 Lubang Tambang Terbuka di Kalsel, Mercy Barends: Tindak Tegas Pelanggarannya

Maret 5, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Dadang Naser Tekankan Urgensi Sistem Pertanian Terpadu
DPR

Dadang Naser Tekankan Urgensi Sistem Pertanian Terpadu

RedaksiBy RedaksiAgustus 4, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Anggota Komisi IV DPR RI Dadang M. Naser/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota Komisi IV DPR RI Dadang M. Naser menekankan, urgensi membangun sistem pertanian terpadu dari hulu ke hilir, termasuk sektor perikanan dan peternakan. Hal itu ia sampaikan dalam Kegiatan reses yang berlangsung di dua titik, yakni Kecamatan Batujajar dan kawasan Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu, 2 Agustus 2025.


“Kita harus membangun sistem pertanian dari hulu ke hilir, termasuk ketersediaan air, perikanan, dan peternakan,” kata Dadang dalam keterangan yang dikutip koranmerdeka.co, Senin (4/8/2025)


Diketahui, Ketahanan pangan menjadi isu strategis yang kembali disuarakan Dadang M. Naser.  Maka dari itu, dalam agenda reses masa persidangan IV Tahun 2024–2025 yang digelar di Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat II, Dadang mengusung tema ‘Memperkuat Ketahanan Pangan Nasional melalui Sinergi Kebijakan, Inovasi, Pemberdayaan, dan Penguatan Mental Masyarakat Pertanian’.


Lebih lanjut Ia menegaskan, pembangunan sektor pertanian tidak dapat dilakukan secara parsial. Menurutnya, sinergi antar lembaga dan prinsip Sabilulungan atau gotong royong merupakan kunci utama.


Dadang juga menyoroti pentingnya legalitas kelompok tani melalui Sistem Informasi Penyuluhan Pertanian (SIMLUHTAN) guna menjamin distribusi bantuan yang tepat sasaran.


“Saya mohon para penyuluh pertanian memastikan kelompok tani memiliki SIMLUHTAN. Jangan sampai yang bukan petani malah terdaftar dan mendapat bantuan,” tegasnya.


Lebih jauh, ia mengutip pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal kemandirian pangan. Ia menyayangkan fakta bahwa Indonesia yang dikenal sebagai negara agraris dan maritim justru masih bergantung pada impor pangan dari luar negeri.


“Jangan sampai kita negara lautan, tapi ikan dari Cina. Garam dari Inggris. Beras dari Thailand. Ini memalukan. Kita harus mandiri dalam protein hewani dan nabati,” ucapnya.


Politisi Partai Golkar ini juga menilai wilayah Bandung dan Bandung Barat menyimpan potensi besar untuk dikembangkan sebagai sentra pertanian dan agroforestri. Kawasan Nusantara 8 disebutnya ideal sebagai basis peternakan dan hutan berbasis pangan.


“Kita harus kembangkan  agroforestri, hutan berbasis pangan. Kita bisa melawan ketergantungan terhadap tepung terigu,” terangnya.


Dadang mendorong penguatan kolaborasi pentahelix, yakni kerja sama antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media untuk mewujudkan kedaulatan pangan sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.


“Pangan ini menyangkut kedaulatan. Kalau kita masih impor beras, daging, buah, dan susu, artinya kita belum merdeka. Kolaborasi pentahelix harus diwujudkan dalam semangat Sabilulungan agar ekonomi nasional kuat dan siap menghadapi dinamika global,” pungkasnya.

Anggota Komisi IV DPR RI Dadang M. Naser Dadang Naser Tekankan Urgensi Sistem Pertanian Terpadu DPR RI
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Dukung Kongres II IKAPBN, BK DPR: Perkuat Analis APBN yang Profesional dan Independen

Maret 5, 2026

Ada 814 Lubang Tambang Terbuka di Kalsel, Mercy Barends: Tindak Tegas Pelanggarannya

Maret 5, 2026

Anak Penjual Nasi Goreng Dikeroyok 30 Orang, Abduh Pertanyakan Penegakan Hukum Kasus Arnendo

Maret 5, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Transformasi Digital TASPEN Sukses Cairkan 97 Persen Penerima THR dalam Waktu Singkat

Nasional Maret 6, 2026

PT TASPEN (Persero) mencatat rekor baru dalam pelayanan kepada pensiunan. Pada 2026, pembayaran Tunjangan Hari…

Dukung Kongres II IKAPBN, BK DPR: Perkuat Analis APBN yang Profesional dan Independen

Maret 5, 2026

Ada 814 Lubang Tambang Terbuka di Kalsel, Mercy Barends: Tindak Tegas Pelanggarannya

Maret 5, 2026

Anak Penjual Nasi Goreng Dikeroyok 30 Orang, Abduh Pertanyakan Penegakan Hukum Kasus Arnendo

Maret 5, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?