Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pemerintah Perlu Antisipasi Dampak Geopolitik terhadap Harga BBM

Maret 10, 2026

Dukung Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 Demi Lindungi Anak di Ruang Digital

Maret 9, 2026

Baleg Matangkan RUU Satu Data Indonesia, Serap Masukan Daerah di Padang

Maret 9, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Komisi XII: Kunjungan Presiden ke Rusia Tegaskan Komitmen Lanjutkan Proyek GRR Tuban
DPR

Komisi XII: Kunjungan Presiden ke Rusia Tegaskan Komitmen Lanjutkan Proyek GRR Tuban

RedaksiBy RedaksiJuli 13, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto dalam pertemuan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII DPR RI di Surabaya, Jawa Timur/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto, menyatakan bahwa kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia beberapa waktu lalu menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia berkomitmen melanjutkan pembangunan Grass Root Refinery and Petrochemical (GRR&P) Tuban, Jawa Timur. Proyek kerja sama antara PT Pertamina dan perusahaan minyak asal Rusia, Rosneft, ini diyakini sangat strategis karena tidak hanya memproduksi bahan bakar minyak, tetapi juga membangun industri petrokimia nasional yang dikelola negara, bukan swasta.

“GRR Tuban sangat penting bagi Indonesia. Ini bukan sekadar membangun kilang minyak, tapi sekaligus membentuk petrochemical industry complex milik bangsa sendiri,” ujar Sugeng dalam pertemuan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII DPR RI di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (11/7/2025). Hadir dalam pertemuan tersebut jajaran Direksi PT Pertamina (Persero), PT Kilang Pertamina Internasional, serta PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia Jawa Timur.

Sugeng menjelaskan, proyek GRR Tuban yang telah masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) sejak 2017, sempat terkendala akibat dinamika geopolitik global, terutama sejak pecahnya perang antara Rusia dan Ukraina. Situasi tersebut berdampak pada lalu lintas pembiayaan karena Rusia terkena embargo, padahal nilai investasi proyek ini mencapai sekitar 20 miliar dolar AS.

Meski begitu, Sugeng menegaskan bahwa Rosneft tidak pernah menarik diri dari proyek ini. Bahkan, menurutnya, komitmen kerja sama antara kedua negara semakin diperkuat pasca kunjungan Presiden Prabowo dan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

“Proyek ini tidak hanya akan memproduksi BBM hingga 300 ribu barel per hari, tetapi juga menghasilkan produk petrokimia hingga 4,5 juta ton per tahun. Ini penting karena saat ini kita masih impor 64 persen kebutuhan petrokimia nasional,” terang Politisi Fraksi Partai NasDem ini.

Sugeng menambahkan, Indonesia saat ini mengeluarkan lebih dari 9 miliar dolar AS setiap tahun hanya untuk impor bahan baku petrokimia, seperti plastik, PVC, dan serat sintetis. Oleh karena itu, kehadiran kilang GRR Tuban akan mengurangi ketergantungan impor sekaligus memperkuat struktur industri nasional.

Lebih jauh, Sugeng menegaskan bahwa seluruh kilang di Indonesia ke depan harus bertransformasi menjadi refinery-petrochemical industry complex, bukan lagi sekadar pengolah minyak mentah menjadi BBM.

“Kalau hanya kilang BBM, marginnya kecil dan cenderung merugi. Dunia sudah beralih ke model kilang terintegrasi dengan industri petrokimia. Dan GRR Tuban sejak awal sudah dirancang dengan konsep itu,” tegasnya.

Ia pun menilai bahwa keberadaan Presiden dalam mendorong penyelesaian hambatan geopolitik menjadi krusial agar proyek ini dapat kembali berjalan dan dituntaskan sesuai rencana strategis nasional.

DPR RI Ketua Komisi XII DPR RI Komisi XII: Kunjungan Presiden ke Rusia Tegaskan Komitmen Lanjutkan Proyek GRR Tuban Sugeng Suparwoto
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Pemerintah Perlu Antisipasi Dampak Geopolitik terhadap Harga BBM

Maret 10, 2026

Dukung Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 Demi Lindungi Anak di Ruang Digital

Maret 9, 2026

Baleg Matangkan RUU Satu Data Indonesia, Serap Masukan Daerah di Padang

Maret 9, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Pemerintah Perlu Antisipasi Dampak Geopolitik terhadap Harga BBM

DPR Maret 10, 2026

Komisi VI DPR RI mengingatkan pemerintah untuk mengantisipasi dampak dinamika geopolitik global terhadap pasokan dan…

Dukung Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 Demi Lindungi Anak di Ruang Digital

Maret 9, 2026

Baleg Matangkan RUU Satu Data Indonesia, Serap Masukan Daerah di Padang

Maret 9, 2026

Martin Manurung Tekankan Pentingnya Penentuan Level Integrasi Data dalam RUU SDI

Maret 9, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?