Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Transformasi Digital TASPEN Sukses Cairkan 97 Persen Penerima THR dalam Waktu Singkat

Maret 6, 2026

Dukung Kongres II IKAPBN, BK DPR: Perkuat Analis APBN yang Profesional dan Independen

Maret 5, 2026

Ada 814 Lubang Tambang Terbuka di Kalsel, Mercy Barends: Tindak Tegas Pelanggarannya

Maret 5, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Darmadi Durianto Soroti Kebijakan Tarif AS: Daya Tahan Eksternal RI Lemah, Perlu Reformasi Ekonomi!
DPR

Darmadi Durianto Soroti Kebijakan Tarif AS: Daya Tahan Eksternal RI Lemah, Perlu Reformasi Ekonomi!

RedaksiBy RedaksiApril 25, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto saat menjadi narasumber dalam forum Dialektika Demokrasi bertajuk Kebijakan Tarif Resiprokal AS, Apa Dampak Ekonomi dan Politik Bagi Indonesia dan Bagaimana Solusinya? di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto, menyoroti melemahnya daya tahan eksternal Indonesia sebagai dampak kebijakan tarif resiprokal yang diberlakukan Amerika Serikat. Hal ini ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam forum Dialektika Demokrasi bertajuk ’Kebijakan Tarif Resiprokal AS, Apa Dampak Ekonomi dan Politik Bagi Indonesia dan Bagaimana Solusinya?’ di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Kamis (24/4/2025).

Mengutip proyeksi dari IMF, Darmadi menyebut bahwa neraca transaksi berjalan Indonesia diperkirakan mengalami defisit sebesar 1,5 persen pada tahun 2025. “Artinya lebih banyak arus dana keluar daripada masuk. Artinya daya tahan eksternal kita semakin melemah,” ujar Darmadi pada koranmerdeka.co usai acara.

Ia menekankan bahwa kondisi ini harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah. Menurutnya, retorika mengenai kekuatan ekonomi Indonesia tidak cukup jika tidak ditopang dengan angka-angka yang jelas. “Apapun kita teriak, beretorika kita lagi kuat dan sebagainya, tentu angka lebih berbicara,” tambahnya.

Darmadi juga menilai bahwa jika negosiasi dengan pemerintah AS, terutama terkait kebijakan yang dipengaruhi oleh Presiden AS, Donald Trump, tidak membuahkan hasil yang menguntungkan, maka Indonesia harus fokus memperkuat struktur ekonominya dari dalam. Ia menekankan perlunya perbaikan terhadap praktik-praktik yang merugikan, seperti diskriminasi, monopoli, dan lemahnya penegakan hukum.

Ia juga menyoroti masalah ketidakefisienan investasi di Indonesia yang tercermin dari tingginya ICOR (Incremental Capital Output Ratio). Sebagai perbandingan, Darmadi menyebut Vietnam yang berhasil mencatat ekspor sebesar 140 miliar dolar AS ke Amerika, hampir lima kali lipat dibanding Indonesia. Menurutnya, hal ini terjadi karena iklim investasi di Vietnam lebih kondusif dan efisien. “Karena apa? Karena mudah investasi. ICOR-nya rendah. Kita ini ICOR-nya tinggi,” tegasnya.

Ia juga menyinggung praktik pungutan liar (pungli) yang masih merajalela dan menghambat masuknya investasi, bahkan membuat perusahaan besar seperti BYD mengeluhkan kondisi di lapangan. “Pungli-pungli nggak pernah beres dari dulu sampai sekarang. BYD kemarin mengeluh kan?” kata Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

Darmadi menutup pernyataannya dengan menyerukan perlunya menciptakan lingkungan ekonomi yang bersih dan inklusif sebagai fondasi menuju kemandirian dan kekuatan ekonomi nasional. “Sehingga ini akan mendorong kita menjadi lebih besar, lebih kuat. Saya pikir pemikiran itu harus dimulai dari sekarang yang tidak pernah berhasil,” pungkasnya. 

Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto Darmadi Durianto Soroti Kebijakan Tarif AS: Daya Tahan Eksternal RI Lemah DPR RI
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Dukung Kongres II IKAPBN, BK DPR: Perkuat Analis APBN yang Profesional dan Independen

Maret 5, 2026

Ada 814 Lubang Tambang Terbuka di Kalsel, Mercy Barends: Tindak Tegas Pelanggarannya

Maret 5, 2026

Anak Penjual Nasi Goreng Dikeroyok 30 Orang, Abduh Pertanyakan Penegakan Hukum Kasus Arnendo

Maret 5, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Transformasi Digital TASPEN Sukses Cairkan 97 Persen Penerima THR dalam Waktu Singkat

Nasional Maret 6, 2026

PT TASPEN (Persero) mencatat rekor baru dalam pelayanan kepada pensiunan. Pada 2026, pembayaran Tunjangan Hari…

Dukung Kongres II IKAPBN, BK DPR: Perkuat Analis APBN yang Profesional dan Independen

Maret 5, 2026

Ada 814 Lubang Tambang Terbuka di Kalsel, Mercy Barends: Tindak Tegas Pelanggarannya

Maret 5, 2026

Anak Penjual Nasi Goreng Dikeroyok 30 Orang, Abduh Pertanyakan Penegakan Hukum Kasus Arnendo

Maret 5, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?