Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Dukung Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 Demi Lindungi Anak di Ruang Digital

Maret 9, 2026

Baleg Matangkan RUU Satu Data Indonesia, Serap Masukan Daerah di Padang

Maret 9, 2026

Martin Manurung Tekankan Pentingnya Penentuan Level Integrasi Data dalam RUU SDI

Maret 9, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Putra Nababan: Aspek Pendidikan Masuk dalam Pembahasan RUU Kepariwisataan
DPR

Putra Nababan: Aspek Pendidikan Masuk dalam Pembahasan RUU Kepariwisataan

RedaksiBy RedaksiMaret 12, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Anggota Komisi VII DPR RI Putra Nababan, saat mengikuti Rapat Kerja Komisi VII bersama Menteri Pariwisata di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Komisi VII DPR RI meminta pemerintah untuk meningkatkan edukasi mengenai pentingnya pariwisata yang berkelanjutan di masyarakat. Hal itu guna mengangkat potensi destinasi wisata di setiap daerah.

“Sebagian dari mereka minim sekali sadar pariwisata, kesadaran berwisata, dan kesadaran menjaga keberlanjutan destinasi pariwisata. Inilah yang mendorong pembentukan Panja DPR (tentang RUU Kepariwisataan), agar pendidikan tentang pariwisata dimasukkan ke dalam Undang-Undang Pariwisata,” ungkap Anggota Komisi VII DPR RI Putra Nababan dalam Rapat Kerja Komisi VII bersama Menteri Pariwisata di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (10/03/2025).

Diketahui, saat ini, Komisi VII telah membentuk Panja RUU tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan (RUU Kepariwisataan). RUU ini merupakan Usul Inisiatif DPR yang termuat dalam Prolegnas Prioritas 2025.

Putra menyoroti kenyataan bahwa banyak masyarakat lokal di sekitar Destinasi Pariwisata Prioritas dan Super Prioritas (DPSP), yang hanya menjadi penonton dalam kegiatan pariwisata tersebut. Mereka belum sepenuhnya sadar akan pentingnya menjaga keberlanjutan destinasi wisata dan cara-cara pengelolaan yang baik. Salah satu indikatornya adalah masih kurangnya perhatian terhadap kebersihan di destinasi wisata.

Selain itu, Putra juga mengkritisi ketidakhadiran pariwisata secara jelas dalam beberapa undang-undang pendidikan, seperti Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 12 Tahun 2024 tentang penerapan Kurikulum Merdeka dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Hal ini menyebabkan banyak masyarakat, seperti di Manggarai, NTT, lebih memilih profesi di sektor PNS, kesehatan, atau pendidikan, sementara industri pariwisata di daerah mereka semakin berkembang.

“Kita ingin agar kesadaran tentang kebersihan dan keberlanjutan pariwisata dapat diterapkan dalam pendidikan formal dan informal. Namun, hal ini belum terhubung dengan baik, karena pemerintah hanya membahas pendidikan dalam konteks nasional secara umum,” ujar Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

Untuk itu, ia meminta pemerintah untuk mempertimbangkan memasukkan pariwisata sebagai bagian dari pembelajaran di sistem pendidikan di Indonesia. Termasuk, juga usulan agar pemerintah Indonesia memperkuat diplomasi budaya.

“Ibu Menteri melakukan diplomasi budaya di pameran dagang pariwisata dunia di Berlin, dengan memperkenalkan Danau Toba, budaya Batak, dan lainnya. Sebagai pembuat undang-undang, kami ingin budaya Indonesia menjadi bagian dari soft diplomacy kita di kancah internasional, dan kami ingin memperkuat hal ini,” pungkasnya. 

Aspek Pendidikan Masuk dalam Pembahasan RUU Kepariwisataan DPR RI Komisi VII DPR RI Putra Nababan
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Dukung Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 Demi Lindungi Anak di Ruang Digital

Maret 9, 2026

Baleg Matangkan RUU Satu Data Indonesia, Serap Masukan Daerah di Padang

Maret 9, 2026

Martin Manurung Tekankan Pentingnya Penentuan Level Integrasi Data dalam RUU SDI

Maret 9, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Dukung Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 Demi Lindungi Anak di Ruang Digital

DPR Maret 9, 2026

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian, menyatakan dukungannya terhadap penerbitan Peraturan Menteri Komunikasi dan…

Baleg Matangkan RUU Satu Data Indonesia, Serap Masukan Daerah di Padang

Maret 9, 2026

Martin Manurung Tekankan Pentingnya Penentuan Level Integrasi Data dalam RUU SDI

Maret 9, 2026

Daya Saing Industri Makanan-Minuman Perlu Dukungan Energi, SDM, dan Bahan Baku

Maret 9, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?