Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pemerintah Perlu Antisipasi Dampak Geopolitik terhadap Harga BBM

Maret 10, 2026

Dukung Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 Demi Lindungi Anak di Ruang Digital

Maret 9, 2026

Baleg Matangkan RUU Satu Data Indonesia, Serap Masukan Daerah di Padang

Maret 9, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Pentingnya Data Objektif dalam Rapat Panja Pendidikan Daerah 3T dan Marginal
DPR

Pentingnya Data Objektif dalam Rapat Panja Pendidikan Daerah 3T dan Marginal

RedaksiBy RedaksiMaret 5, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, saat memimpin RDP Panja Pendidikan di Daerah 3T di Ruang Rapat Komisi X, Senayan, Jakarta/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menekankan pentingnya data dan informasi yang objektif, mutakhir, serta terpercaya untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai kondisi pendidikan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).


Hal itu disampaikannya saat memimpin rapat Komisi X DPR RI dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan sejumlah pejabat terkait, antara lain Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek, serta Kepala Badan Keahlian DPR RI. Rapat ini membahas isu-isu strategis terkait pendidikan di daerah 3T dan marginal, yang digelar di Ruang Rapat Komisi X, Senayan, Jakarta, Senin (4/3/2025).


“RDP kali ini sangat penting untuk mendapatkan data yang lebih akurat mengenai potret pendidikan di daerah 3T, serta bagaimana kebijakan infrastruktur dan afirmasi pendidikan memengaruhi kualitas pendidikan di wilayah tersebut,” ujar Hetifah.


Ia menegaskan bahwa Komisi X DPR RI ingin melihat hasil asesmen literasi, numerasi, serta perbandingan internasional untuk memperoleh gambaran lebih komprehensif terkait kualitas pendidikan di daerah 3T. Dengan demikian, DPR dapat menyusun rekomendasi kebijakan yang lebih efektif dan berkelanjutan.


“Kami tidak ingin mengulang kebijakan sebelumnya tanpa evaluasi. Kami ingin kebijakan yang benar-benar membawa dampak positif dan tidak semakin meningkatkan kesenjangan pendidikan,” tegasnya.


Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPS, Amalia Adininggar, mengungkapkan bahwa ketimpangan pendidikan di daerah tertinggal, terutama di Papua, masih sangat tinggi. Menurutnya, semakin tinggi jenjang pendidikan, semakin besar angka putus sekolah. Ia mencatat bahwa rata-rata lama sekolah masyarakat Papua masih berada di tingkat SD.


Sementara itu, Plt. Kepala BSKAP Kemendikbudristek, Toni Burhanuddin, menekankan bahwa intervensi langsung dan terarah sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah 3T. Ia mencontohkan bahwa sekolah-sekolah yang menerima hibah buku menunjukkan peningkatan skor literasi yang signifikan, meskipun berada di daerah terpencil.


Selain itu, Toni juga menyoroti pentingnya redistribusi guru Aparatur Sipil Negara (ASN) guna mendorong pemerataan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia. Kemendikbudristek juga mengajak pemerintah daerah dan satuan pendidikan untuk memanfaatkan Rapor Pendidikan agar perencanaan pendidikan lebih terukur dan tepat sasaran.


Rapat ini membahas sejumlah isu strategis, di antaranya:

  • Data statistik pendidikan, seperti angka putus sekolah, rata-rata lama sekolah, dan angka partisipasi sekolah.
  • Perencanaan pembangunan nasional di bidang pendidikan untuk daerah 3T dan marginal.
  • Alokasi anggaran pendidikan di daerah 3T dalam lima tahun terakhir.
  • Hasil asesmen pendidikan dan riset di daerah 3T serta daerah marginal.
DPR RI Hetifah Sjaifudian Ketua Komisi X DPR RI Pentingnya Data Objektif dalam Rapat Panja Pendidikan Daerah 3T dan Marginal
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Pemerintah Perlu Antisipasi Dampak Geopolitik terhadap Harga BBM

Maret 10, 2026

Dukung Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 Demi Lindungi Anak di Ruang Digital

Maret 9, 2026

Baleg Matangkan RUU Satu Data Indonesia, Serap Masukan Daerah di Padang

Maret 9, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Pemerintah Perlu Antisipasi Dampak Geopolitik terhadap Harga BBM

DPR Maret 10, 2026

Komisi VI DPR RI mengingatkan pemerintah untuk mengantisipasi dampak dinamika geopolitik global terhadap pasokan dan…

Dukung Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 Demi Lindungi Anak di Ruang Digital

Maret 9, 2026

Baleg Matangkan RUU Satu Data Indonesia, Serap Masukan Daerah di Padang

Maret 9, 2026

Martin Manurung Tekankan Pentingnya Penentuan Level Integrasi Data dalam RUU SDI

Maret 9, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?