Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pemerintah Perlu Antisipasi Dampak Geopolitik terhadap Harga BBM

Maret 10, 2026

Dukung Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 Demi Lindungi Anak di Ruang Digital

Maret 9, 2026

Baleg Matangkan RUU Satu Data Indonesia, Serap Masukan Daerah di Padang

Maret 9, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Hadapi Kebijakan Impor Tak Terkendali, Pemerintah Seperti Alami Kelelahan Pengawasan
DPR

Hadapi Kebijakan Impor Tak Terkendali, Pemerintah Seperti Alami Kelelahan Pengawasan

RedaksiBy RedaksiMaret 4, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Aimah Nurul Anam, dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR RI dengan Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Rapat Dengar Pendapat dengan Direktur Utama Perum Bulog Novi Helmy Prasetya di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Aimah Nurul Anam mengungkapkan sejumlah kekhawatiran terkait dampak negatif yang dihadapi oleh tenaga kerja dan industri dalam negeri, akibat kebijakan impor yang tidak terkendali. Menurutnya, situasi ekonomi Indonesia menjelang bulan Ramadan semakin mengkhawatirkan.

Sebagai contoh, berdasarkan laporan yang ia terima, beberapa waktu lalu, ribuan karyawan PT Sri Rejeki Isman (Sritex), sebuah perusahaan tekstil besar di Indonesia, terpaksa kehilangan pekerjaan mereka akibat adanya pengurangan karyawan yang signifikan. PHK ini, baginya, adalah bagian dari dampak tidak langsung dari tingginya volume impor produk tekstil dari luar negeri.

“Kami khawatir ini bukan hanya akan terjadi di sektor tekstil, tetapi juga akan meluas ke sektor industri lainnya,” ujar Mufti dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR RI dengan Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Rapat Dengar Pendapat dengan Direktur Utama Perum Bulog Novi Helmy Prasetya di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (3/3/2025).

Maka dari itu, Mufti menekankan pentingnya pembatasan impor, bahkan menyarankan untuk menghentikan impor secara total, jika perlu, guna melindungi industri dalam negeri yang semakin terpuruk. Ia merujuk pada fenomena e-commerce yang mempermudah barang-barang dari luar negeri masuk ke Indonesia tanpa melalui prosedur regulasi yang ketat.

Hal ini menjadi sorotannya lantaran memperoleh laporan yang menyebutkan bahwa sebuah e-commerce besar memiliki gudang di Tanjung Priok, yang memungkinkan barang dapat langsung dikirim ke konsumen tanpa pemeriksaan di bea cukai. “Isu ini perlu ditindaklanjuti oleh Kementerian Perdagangan, agar ada upaya nyata untuk memeriksa dan mengontrol peredaran barang impor yang tidak tercatat secara resmi. Jika tidak, industri dalam negeri, termasuk sektor tekstil, akan semakin tertekan,” tegasnya.

Selain itu, Mufti juga mengkritisi kurangnya pengawasan terhadap sektor perdagangan digital yang marak belakangan ini. Ia menyoroti fenomena influencer yang memberikan meninjau produk secara tidak etis, termasuk kasus penipuan terhadap pengusaha makanan yang melibatkan pemerasan sebesar 350 juta rupiah.

Lebih lanjut, dirinya juga menyinggung soal dugaan mega korupsi di PT Pertamina (Persero) yang kembali mencuat. Ia menilai adanya kejanggalan dalam distribusi bahan bakar yang merugikan konsumen dan industri kecil. Ia menjelaskan konsumen yang menggunakan BBM dari Pertamina dikabarkan sering mengalami kerusakan pada kendaraan mereka, yang memicu keresahan di kalangan masyarakat.

Menutup pernyataannya, ia menyampaikan kini pemerintah tengah menunjukkan adanya “kelelahan” dalam menjalankan fungsi pengawasan yang semestinya. “Ketika ada celah seperti ini, ada ketidakhadiran pemerintah dalam melindungi pengusaha dan konsumen. Ini menjadi masalah besar yang harus segera ditangani,” tutup Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu. 

Anggota Komisi VI DPR RI DPR RI Hadapi Kebijakan Impor Tak Terkendali Mufti Aimah Nurul Anam
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Pemerintah Perlu Antisipasi Dampak Geopolitik terhadap Harga BBM

Maret 10, 2026

Dukung Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 Demi Lindungi Anak di Ruang Digital

Maret 9, 2026

Baleg Matangkan RUU Satu Data Indonesia, Serap Masukan Daerah di Padang

Maret 9, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Pemerintah Perlu Antisipasi Dampak Geopolitik terhadap Harga BBM

DPR Maret 10, 2026

Komisi VI DPR RI mengingatkan pemerintah untuk mengantisipasi dampak dinamika geopolitik global terhadap pasokan dan…

Dukung Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 Demi Lindungi Anak di Ruang Digital

Maret 9, 2026

Baleg Matangkan RUU Satu Data Indonesia, Serap Masukan Daerah di Padang

Maret 9, 2026

Martin Manurung Tekankan Pentingnya Penentuan Level Integrasi Data dalam RUU SDI

Maret 9, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?