Close Menu
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Transformasi Digital TASPEN Sukses Cairkan 97 Persen Penerima THR dalam Waktu Singkat

Maret 6, 2026

Dukung Kongres II IKAPBN, BK DPR: Perkuat Analis APBN yang Profesional dan Independen

Maret 5, 2026

Ada 814 Lubang Tambang Terbuka di Kalsel, Mercy Barends: Tindak Tegas Pelanggarannya

Maret 5, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Login
  • Nasional
  • Polhukam
  • DPR
  • MPR
  • DPD
  • Daerah
KORAN MERDEKAKORAN MERDEKA
Home»DPR»Komisi IV: Pertimbangkan Kembali Status Hutan Produksi di Hutan Mangrove PIK 2
DPR

Komisi IV: Pertimbangkan Kembali Status Hutan Produksi di Hutan Mangrove PIK 2

RedaksiBy RedaksiJanuari 22, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo/Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Komisi IV DPR RI bersama Direktorat Jenderal Planologi Kementerian Kehutanan serta perwakilan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melaksanakan Kunjungan Kerja Spesifik ke Hutan Mangrove PIK 2 Tropical Coastland. Kunjungan ini bertujuan meninjau pembangunan serta progres Program Strategis Nasional (PSN), termasuk usulan pemerintah untuk mengubah fungsi kawasan hutan lindung menjadi hutan produksi.

Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, menyoroti rencana perubahan status konservasi hutan mangrove tersebut. Ia mengingatkan bahwa kebijakan tersebut dapat berdampak buruk bagi masyarakat setempat, yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan.

“Terkait hutan mangrove, yang tadi direncanakan untuk diturunkan statusnya, jika hal ini terjadi, akan mempersulit masyarakat setempat. Para nelayan kita tentu akan kesulitan mencari nafkah karena hutan mangrove ini merupakan potensi penting bagi perikanan,” ujar Firman saat kunjungan kerja di Hutan Mangrove PIK 2, Tangerang, Banten, Rabu (22/01/2025).

Politisi Fraksi Partai Golkar itu juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap kesenjangan sosial yang tampak di kawasan PIK 2. Ia mencatat perbedaan mencolok antara kawasan modern dan mewah di PIK 2 dengan kondisi masyarakat sekitar yang hidup dalam kemiskinan di sisi lain tembok pembatas.

“Dalam kunjungan ini menarik karena terlihat kesenjangan. Di satu sisi, PIK ini sangat mewah, modern, bahkan menyerupai metropolitan kecil. Namun di sisi lain, di balik tembok pembatas, masyarakat hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Pengembang seharusnya memikirkan dampak sosial ini karena kesenjangan seperti ini, jika dibiarkan, dapat memicu masalah di masa depan,” jelasnya.

Firman juga menyerukan agar Komisi IV segera membentuk panitia kerja (Panja) untuk menyusun tata kelola ruang laut secara tegas. Panja ini diharapkan dapat memberikan panduan yang jelas terkait ruang laut mana yang dapat digunakan untuk pembangunan dan mana yang harus dilindungi.

“Oleh karena itu, Komisi IV mungkin perlu segera membentuk panja terkait pengelolaan tata ruang laut. Ini agar dapat mempertegas mana ruang laut yang boleh dimanfaatkan dan mana yang tidak boleh. Jika ada risiko besar, maka tidak boleh ada perubahan sama sekali,” tegasnya.

Lebih lanjut, Firman meminta agar fungsi pengawasan terhadap perubahan status konservasi diperketat, tidak hanya di PIK 2, tetapi juga di seluruh wilayah Indonesia. Ia juga mengimbau kementerian terkait untuk secara tegas melaksanakan regulasi yang telah ditetapkan.

“Fungsi pengawasan ini harus kita perkuat dan terus dilakukan, tidak hanya di PIK 2, tetapi juga di daerah lain seperti Jawa Timur atau wilayah lain yang menghadapi masalah serupa. Kita harus mengunjungi dan mengambil tindakan konkret. Hal ini akan kita simpulkan dalam rapat di Komisi IV,” tutupnya. 

DPR RI Indonesia kkp psn
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Redaksi

Related Posts

Dukung Kongres II IKAPBN, BK DPR: Perkuat Analis APBN yang Profesional dan Independen

Maret 5, 2026

Ada 814 Lubang Tambang Terbuka di Kalsel, Mercy Barends: Tindak Tegas Pelanggarannya

Maret 5, 2026

Anak Penjual Nasi Goreng Dikeroyok 30 Orang, Abduh Pertanyakan Penegakan Hukum Kasus Arnendo

Maret 5, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Our Picks

Reni Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Bangun 1 Juta Rumah lewat MoU dengan Qatar

Januari 11, 2025

147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD

Januari 10, 2025

Turnamen Bulu Tangkis Korpri Setjen DPR RI Wadah Perkuat Solidaritas Antar-Pegawai

Januari 10, 2025

Saadiah Uluputty Dukung Bisnis Perikanan di Maluku

Januari 9, 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss

Transformasi Digital TASPEN Sukses Cairkan 97 Persen Penerima THR dalam Waktu Singkat

Nasional Maret 6, 2026

PT TASPEN (Persero) mencatat rekor baru dalam pelayanan kepada pensiunan. Pada 2026, pembayaran Tunjangan Hari…

Dukung Kongres II IKAPBN, BK DPR: Perkuat Analis APBN yang Profesional dan Independen

Maret 5, 2026

Ada 814 Lubang Tambang Terbuka di Kalsel, Mercy Barends: Tindak Tegas Pelanggarannya

Maret 5, 2026

Anak Penjual Nasi Goreng Dikeroyok 30 Orang, Abduh Pertanyakan Penegakan Hukum Kasus Arnendo

Maret 5, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Koranmerdeka.co Designed by Aconymous.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?